>

PERNYATAAN SIKAP PALESTINA

on Friday, November 6, 2009


Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) &
Pusat Komunikasi Daerah Malang Raya
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus

PERNYATAAN SIKAP FSLDK
MENGENAI DEHUMANISASI ZIONIS-ISRAEL ATAS PALESTINA & UMAT ISLAM

Bismillahir rahmanir rahim…
Sesungguhnya kamu (Bani Israil) akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kamu pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila datang saat hukuman kejahatan yang pertama dari kejahatan itu, Kami mendatangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar masuk kampung ke seluruh negeri. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana”
(QS. Al Israa’ 4-5).
Ahad (25/10/2009) lalu, ratusan pasukan zionis-Israel kembali mengepung & menyerbu masjidil Aqsha, tempat suci umat Islam. Dengan stun grenade (granat kejut), peluru karet & gas air mata mereka menyerang jama’ah, termasuk perempuan dan anak-anak, serta mencegah umat Islam lain untuk memasuki masjid.
Sementara itu kontrol total dan manipulasi yang dilakukan zionis-Israel atas sumber daya air juga telah menyengsarakan masyarakat Palestina, sebagaimana dilaporkan oleh Amnesty International 27 Oktober lalu.
Arogansi zionis-Israel yang selama ini terus meraja lela adalah suatu penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dan oleh karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusian sebagaimana tercermin dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, maka tidak selayaknya jika bangsa ini hanya menjadi penonton atas berbagai tragedi yang menimpa saudara-saudaranya di Palestina.
Sebagai manifestasi atas nilai kemanusian & keadilan, maka dengan ini FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) tergerak untuk menyatakan sikap dan menyerukan:

1. Mengutuk kebijakan rasis-apartheid pemerintah zionis-Israel atas umat Islam & Kristen Palestina, khususnya kebijakan terbaru mengenai:
a. Pendudukan & penguasaan terhadap masjidil Aqsha dan usaha penghancuran atasnya. Serta;
b. Diskriminasi berupa pembatasan hak untuk mengakses sumber daya air bagi warga Palestina.
2. Mendukung perjuangan pembebasan Palestina serta mendesak para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk mengusahakan perdamaian dunia, khususnya untuk Timur Tengah.
3. Menghimbau kepada seluruh pihak, baik individu maupun lembaga, yang mengakui nilai kemanusiaan untuk terus menyalurkan dukungan material maupun moril serta mendoakan agar bumi Palestina terbebas dari kebiadaban dan kekejian zionis-Israel.
Di tengah isu temporer mengenai terorisme di Indonesia yang disuntikkan media, elit penguasa dan aparat kepada bangsa ini secara massif & terintegrasi, rakyat Indonesia kini diuji kembali solidaritas dan jiwa kemanusiaannya dengan mencuatnya kembali kebengisan & teror zionis-Israel terhadap rakyat Palestina.
Stigma teroris yang dengan analogi generalisasi yang dicanangkan kepada berbagai kelompok-kelompok Islam tidak pernah layak jika dibandingkan dengan ulah radikal dan arogan teroris sejati bernama zionis, yang telah menebar kebencian dan teror terhadap ras lain, baik muslim maupun kristen, di Palestina.
Oleh karena itu mari kita tegakkan keadilan dengan mendukung perjuangan saudara-saudara kita di Palestina tanpa membedakan idealisme dan kepercayaan.


Surabaya, 28 Oktober 2009
Ketua Pusat Komunikasi Nasional
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus


Adistiyar Prayoga

Referensi:
- Amnesty International
- The Palestinian Information Center

Read More......

PALESTINA...KEMBALI MEMANGGIL KITA

on Thursday, October 29, 2009



MASIHKAH KITA TIDAK PEDULI….? MASJID AL-AQSHA ADALAH KIBLAT PERTAMA UMAT MUSLIM. MEREKA ADALAH SAUDARA KITA, TUNJUKKAN SOLIDARITASMU !

Kemarin, 28 Oktober 2009, 16 orang terluka dan lainya ditangkap dalam operasi Zionis, menyusul bentrokan kelompok radikal Yahudi berusaha menyerbu Haram Al-Sharif bertepatann dengan hari “pengampunan”. Terjadi serangan kelompok radikal Yahudi pada Ahad lalu (25/10) dibawa kawalan polisi Zionis Israel ke halaman masjid Al-Aqsha. Namun upaya itu dihadang oleh jama'ah masjid hingga menimbulkan 10 korban luka dan 15 lainnya ditangkap pihak Zionis Israel. Ahad pagi itu, lantai-lantainya terkotori oleh lars sepatu polisi Yahudi Israel. Lorong-lorongnya berantakan karena serangan senjata gas air mata dan tembakan peluru karet.
Menurut para saksi mata dan tokoh Islam di Masjid Al Aqsha, serangan yang dilakukan puluhan polisi Israel itu termasuk dalam rencana tel Aviv untuk membagi dua Masjid Al Aqsha untuk Yahudi dan umat Islam. Juga usaha untuk memantapkan penguasaan Israel atas Al Aqsha hingga pengakuan eksistensi Yahudi menggelar acara ritual keagamaan mereka di Masjid.
Persaksian menurut Hatem Abdul Qadir, mentan Menteri Urusan Al Quds (Jerussalem):
• Usai sholat subuh, para jamaah shalat subuh seperti biasa melakukan penjagaan di sekeliling masjid Al Aqsha mengantisipasi kemungkinan orang-orang Yahudi ekstrim memasuki wilayah masjid. Hingga semburat sinar matahari memantulkan cahaya yang indah di Qubbatu Ash Shakhra yang kuning seperti emas. Menandakan hari baru mulai bergulir. Tanpa disangka, Masjid Al Aqsha yang berkubah hijau sedang menghadapi konspirasi musuh-musuhnya..
• Menjelang pukul delapan pagi. Para jamaah yang menjaga masjid mulai melakukan penutupan pintu sekitar Masjid satu demi satu lalu mereka berkumpul di dalam ruangan masjid yang tertutup. Tujuannya adalah agar tidak ada musuh-musuh dari luar masjid tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam masjid.
• Tiba-tiba saja, teriakan takbir dan tahlil menggema di sekitar masjid. Menyusul sejumlah rentetan senjata peluru karet terdengar disusul tembakan gas air mata ke arah masjid. Para pemuda yang menjaga masjid serta merta keluar dari ruangan masjid, sebagian ada yang bertelanjang dada, menghadapi kemungkinan apapun di depan masjid. Di sanalah mereka ternyata telah dinanti oleh puluhan polisi Yahudi Israel yang siap menyerang dan menguasai masjid. Bentrokan tak terhindarkan. Senapan peluru karet, gas air mata polisi Israel, berhadapan dengan batu-batu dari para penjaga masjid Al Aqsha.
• Meski sejumlah orang terluka akibat tembakan peluru karet dan gas air mata. Puluhan orang lainnya ditangkap oleh polisi Israel. Tapi polisi Israel tetap melanjutkan usaha untuk menyerang umat Islam yang menjaga masjid. Mereka terus merangsek dan akhirnya kaum Muslimin terdesak hingga ke dalam ruangan masjid Al Aqsha. Mereka lalu menutup pintu utama masjid yang terbuat dari besi. Kaum Muslimin lalu berdo’a dan menyerukan kewaspadaan serta permintaan tolong melalui pengeras suara yang berkumandang lewat menara masjid.
• Tahlil dan takbir kembali bergema menggetarkan Masjid Al Aqsha pagi itu. Polisi Israel masih terus melakukan serangan dengan membawa beberapa tangga yang sudah disiapkan untuk menaiki sejumlah atap sisi masjid. Mereka juga memutuskan aliran listrik dan menyerang melalui ruangan tempat adzan.
• Kemarahan umat Islam di dalam masjid sulit lagi dibendung atas kekejian Yahudi Israel terhadap masjid mereka. Mereka bersama-sama akhirnya kembali membuka pintu masjid menuju keluar untuk melakukan perlawanan terbuka, apapun risikonya.
DR. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional, menyerukan umat Islam dunia harus bertindak atas kejahatan serangan Israel yang terjadi hari Ahad (25/10) terhadap Masjid Al Aqsha. Ia menegaskan, berulangkali Yahudi Israel melakukan serangan keji terhadap Masjid Al Aqsha kurang mendapatkan tindakan serius dari kaum Muslimin dunia. ”Peristiwa yang baru saja terjadi harus membangkitkan seluruh umat Islam untuk bertindak, dan menyatakan bahwa Yahudi benar-benar telah menginjakkan kakinya di Masjid Al Aqsha,” ujar Syaikh Al Qaradhawi.
Lebih jauh ia menyerukan umat Islam dunia untuk melakukan aksi demonstrasi atas penistaan masjid yang dilakukan Zionis Israel itu di hadapan kantor gedung PBB, pada hari Senin (26/10). Qaradhawi menyatakan hal ini dalam salah satu siaran live nya yang ditayangkan oleh channel televisi satelit Aljazeera, menanggapi serangan polisi Israel terhadap puluhan orang jamaah masjid Al Aqsha sekaligus penangkapan atas mereka dan menginjak-injak Masjid Al Aqsha.
”Apa yang terjadi di Al Quds, berupa serangan yang dilakukan berulangkali atas Masjid Al Aqsha, itu seharusnya bisa menyadarkan seluruh umat Islam bahwa serangan serangan itu meningkat hari demi hari untuk tujuan Yahudi bisa menguasai masjid Al Aqsha,” ujar Al Qaradhawi. Ia lalu mengatakan, ”Saya menyerukan sekjen Liga Arab dan Sekjen OKI serta seluruh pimpinan dan tokoh Islam di seluruh dunia untuk melindungi Masjid Al Aqsha. Kita tidak boleh diam terhadap kejadian ini."
Jamal Al-Khudari, ketua komite rakyat melawan pengepungan, menyatakan pada hari Senin (26/10) bahwa aksi Israel yang berulang kali menyerang Masjid Al-Aqsha tidak hanya diusahakan oleh kelompok-kelompok Yahudi ekstremis atau individu, tetapi mereka mewakili kebijakan sistematis berturut-turut yang ditargetkan oleh pemerintah Israel.
Khudari menggarisbawahi bahwa kebijakan yang berbahaya ini memerlukan upaya penanganan dari pemerintah Arab dan dunia Islam pada umumnya. Selain itu lembaga dan masyarakat juga perlu dilibatkan seluruhnya untuk membantu rakyat Palestina menghadapi bahaya yang mengancam dari pihak Zionis yang kini tengah menduduki kota Yerusalem.
Ia mengimbau kepada para pejabat Arab dan Muslim untuk lebih giat bekerja mendukung rakyat Palestina dari bahaya yang mengancam masa depan dan keberadaan mereka di Yerusalem. Dalam konteks yang sama, faksi-faksi Palestina pada hari Senin kemarin juga menyerukan Dewan Keamanan PBB agar segera mengeluarkan resolusi guna menghentikan pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap Masjid Aqsha dan Yerusalem.
Saudara-saudara kita yang berada di Palestina sedang berjuang menghadapi Zionis Israel, masih tak pedulikah kita kepada mereka? Sampai kapan kita hanya diam saja ? InsyaAllah, akan ada aksi solidaritas untuk Palestina FSLDK se-Indonesia pada Jumat (30 Oktober 2009) mendatang. *dari berbagai sumber


by KOMISI ISU KEUMATAN
PUSKOMDA FSLDK MALANG RAYA

Read More......

Jerman Berikan Penghormatan “Pahlawan” Kepada Syuhada Jilbab Alam Islami

on Monday, September 14, 2009

BERBEDA DENGAN BELGI, DI JERMAN DUKUNGAN TERHADAP JILBAB ITU ADA, SEPERTI BERITA BERIKUT


Kota Dresden berencana memberi nama salah satu jalan setelah kematian Marwa Al-Sherbini.

Kota Dresden berencana memberi nama salah satu jalan setelah kematian Marwa Al-Sherbini.

dakwatuna.com – Berlin. Bagian timur kota Dresden, di mana seorang wanita warga negara Mesir yang mengenakan jilbab ditikam sampai syahid oleh seorang rasis, berencana untuk memberikan penghormatan kepada wanita tersebut. Wanita yang sedang hamil tersebut dibunuh sehingga menyulut kemarahan dunia Islam dan mengguncang masyarakat Jerman.

“Sebuah pertemuan dengan perwakilan kota dan Pusat Dewan Islam (Central Council of Muslims) diatur pekan depan untuk menentukan bagaimana kita dapat memberikan penghormatan kepadanya”, ujar Kai Schulz, juru bicara Walikota Dresden kepada Agence France Presse (AFP) pada Selasa kemarin (14/7).

Marwa Al-Sherbini, 32 tahun, telah ditikam hingga mati oleh seseorang berusia 28 tahun asal Jerman asli Rusia dalam ruang sidang di Dresden pada hari Rabu (1/7). Orang ini menikam Al-Sherbini yang sedang hamil sebanyak 18 kali sebelum wanita tersebut bersaksi melawan dia karena melecehkan dan mengganggunya hanya karena mengenakan jilbab. Sedangkan suami Al-Sherbini, yang telah berusaha menyelamatkan istrinya, terluka oleh pelaku penyerangan dan penjaga keamanan yang mengasumsikan suami Al-Sherbini adalah penyerangnya.

“Kami berpikir untuk memberi nama salah satu jalan di kota setelah kematian dia” kata petugas imigrasi Dresden, Marita Schieferdecked-Adolph.

Pejabat mengatakan mereka akan mendiskusikan cara untuk menghormati Al-Sherbini dengan keluarganya.

Tetapi di Kairo, ayah Al-Sherbini yang merasa putus asa, hanya mengajukan satu permintaan kepada pihak berwenang di Jerman.

“Hukuman mati bagi pembunuh putri saya”, ujarnya kepada harian Bild Daily.

“Dan polisi yang menembak menantu saya harus menerima hukuman setinggi mungkin”.

Dia menyesali reaksi dari otoritas Jerman atas pembunuhan brutal terhadap anaknya tersebut.

“Kami pertama kali mengetahui kematian Al-Sherbini melalui teman. Pihak otoritas Jerman tidak pernah mengatakannya kepada kami”.

“Itu adalah bentuk tidak bertanggungjawabnya mereka dan menunjukkan bahwa mereka tidak peduli.”

Pahlawan

Kematian Al-Sherbini disebarkan melalui masyarakat Jerman di mana banyak orang yang mengalami kejahatan dan berbagai akibatnya.

Awal pekan ini, lebih dari 1000 orang, termasuk pejabat pemerintah, bergabung dalam sebuah peringatan terbuka, yang diselenggarakan oleh kelompok-kelompok hak-asasi sipil, dalam rangka pengormatan kepadanya. Banyak mawar putih yang ditaruh sepanjang jalan balai kota Dresden.

Al-Sherbini, seorang apoteker, terus menarik simpati dan solidaritas dari berbagai warga Jerman.

“Kau adalah seorang pemberani, wanita yang percaya diri. Kau tidak membiarkan lelaki yang memanggilmu ‘muslim pelacur’ dan ‘teroris’ … pergi begitu saja dengan kata-katanya”, seorang kolumnis Franz Josef Wagner menulis dalam sebuah surat untuk Al-Sherbini yang dipublikasikan harian Bild.

“Kamu mungkin akan masih hidup hari ini jika kamu membiarkan lelaki tersebut sebagai seorang idiot, dan membiarkan jiwa rasisnya. Kamu tidak melakukan semua itu karena kamu bukanlah penakut”, tulis Wagner.

“Kamu tidak diintimidasi. Kamu adalah seorang muslim yang bangga. Kamu mati karena kamu menolak untuk dihina. Kau adalah pahlawanku”. (iol)
sumber www.dakwatuna.com

Read More......

Belgia Larang Penggunaan Jilbab

Pemerintah wilayah Flander, kawasan masyarakat Belgia berbahasa Belanda akhirnya melarang penggunaan jilbab di sekolah-sekolah di wilayahnya.
Meski masyarakat muslim telah menggelar aksi protes keras menentang rencana larangan itu, namun pemerintah Flander bertekad menetapkannya. Dengan putusan ini, maka Belgia merupakan negara Eropa kedua setelah Perancis yang melarang mengenakan jilbab di sekolah.

Pemerintah Flander mengklaim, larangan itu diterapkan untuk mencegah munculnya diskriminasi antara pelajar muslim dan non-muslim. Namun sejatinya, justru larangan itulah yang merupakan bentuk nyata diskriminasi dan pelanggaran terhadap hak asasi manusia dan kebebasan sipil, serta sangat kontradiktif dengan prinsip kebebasan berekpresi yang selama ini diagung-agungkan Barat. Ironisnya lagi, larangan itu juga mulai diterapkan di sebagian sekolah di wilayah Belgia berbahasa Perancis.

Pada dasarnya, larangan jilbab ini telah lama diterapkan di beberapa sekolah di wilayah Flander. Sebelumnya, pemerintah pusat Belgia memberikan otonomi kepada pihak sekolah untuk membebaskan ataukah melarang jilbab. Namun dengan disahkannya peraturan larangan jilbab ini, maka pihak sekolah di wilayah Flander tidak lagi punya wewenang dalam menetapkan kebijakannya soal jilbab.

Sejumlah analis menilai, larangan pemakaian jilbab di sekolah-sekolah Belgia merupakan bagian dari politik anti-Islam dan gejala islamophobia atau ketakutan terhadap Islam di Eropa. Politik diskriminatif ini mulai berkembang luas di kalangan pemerintah Barat sejak dekade belakangan.
Lewat beragam propaganda, pemerintah negara-negara Eropa berusaha mengesankan jilbab sebagai bentuk dari kekolotan dan ekstrimisme beragama. Mereka berupaya menyesuaikan ajaran Islam dengan tolak ukur budaya Barat. Suatu budaya yang identik mempromosikan cara berbusana vulgar dan mengeksploitasi tubuh perempuan.

Tingginya angka perceraian, banyaknya anak-anak yang lahir di luar nikah, dan kebebasan seks yang makin merajalela serta hancurnya bangunan keluarga sebagai institusi pendidikan yang paling mendasar merupakan sebagian dari contoh nyata krisis moral di kalangan masyarakat Barat.

Di mata Islam, jilbab diterapkan bukan untuk membatasi perempuan tapi justru merupakan bentuk penghargaan dan memberikan ruang gerak sosial yang lebih luas bagi kaum Hawa. Dengan mengenakan jilbab, perempuan akan merasa lebih nyaman dan dihargai saat beraktifitas di tengah masyarakatnya.
Sebaliknya gaya berbusana vulgar yang hanya memamerkan tubuh perempuan, justru menjadi pemicu munculnya beragam tindakan pelecehan terhadap kaum wanita. Karena itu, masyarakat non-muslim mesti menyadari bahwa filosofi diwajibkannya jilbab bagi seorang muslimah, sejatinya merupakan bentuk pemuliaan Islam terhadap posisi dan derajad perempuan.

sumber : www.sabili.co.id

Read More......

Eramuslim :Muslim Uighur Dilarang Berpuasa Ramadhan

on Tuesday, September 8, 2009



Tampaknya pemerintah China benar-benar serius terhadap komunitas Muslim di negaranya itu. Setelah peristiwa beberapa bulan silam yang menewaskan sejumlah besar Muslim di kawasan Uighur, sekarang di bulan Ramadhan, pemerintah China di provinsi Xinjiang mengeluarkan ancaman, jika ada pekerja di Uighur yang kedapatan tak makan siang selama Ramadhan, maka akan dipecat. Demikian diberitakan oleh Epoch Times.

Ini merupakan usaha keras dari pemerintah Xinjiang, agar Muslim Uighur tidak menjalankan kewajibannya di bulan Ramadhan. “Makan siang gratis, teh dan kopi—pemerintah menyebutnya ‘Kepedulian dari Pemerintah’ ditawarkan di departemen dan perusahaan pemerintahan. Tapi itu tampaknya strategi pemerintah untuk menemukan siapa saja yang berpuasa.” Ujar Dilxat Raxit, juru bicara World Uighur Congress.

Menurut Dilxat, Partai Komunis Uighur telah memaksakan menandatangi “surat pertanggungjawaban” yang bersumpah untuk menghindari puasa dan aktivitas ibadah lainnya. Mereka juga tidak segan akan menghukum siapapun yang kedapatan berpuasa di wilayah ini.

Para pemilik restoran Muslim dipaksa pula menandatangi dokumen yang menyatakan mereka akan terus buka sepanjang hari dan menjual alkohol sepanjang Ramadhan, atau izinnya akan dicabut. Para ustad di masjid dipaksa untuk menyampaikan ceramah tentang puasa itu kegiatan feudal. Jika tidak, izin mereka pun akan dicabut.

Saat ini, situasi di Xinjiang untuk orang Muslim belum kembali normal. Militer dan tentara berjaga-jaga dimana-mata.(sa/epochtimes)

sumber : www.eramuslim.com

Read More......

MalangPost : Berantas Kemaksiatan Tanpa Kekerasan

Berantas Kemaksiatan Tanpa Kekerasan


MALANG – Puluhan aktivis lembaga dakwah kampus yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Kota Malang, melakukan aksi turun jalan untuk mengajak umat Islam menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan suka cita.
Dengan memakai pengeras suara di atas pick up, mereka mengingatkan kepada para pengguna jalan yang melintas di sekitar Alun-alun Kota Malang untuk merajut kembali kejayaan umat Islam di bulan Ramadan sebagai bulan kemenangan.
“Ramadan sebagai momentum kebangkitan dan kejayaan dengan tidak hanya menunaikan ibadah puasa sebagai kewajiban. Tapi juga mewujudkan hakikat dan nilai luhur dari konsep rahmatan lil alamin sebagai kesalehan sosial,” kata Ketua Puskomnas FSLDK, Dani Setiawan.
Tidak hanya menyerukan dan mengajak umat Islam untuk menyambut Ramadan dengan suka cita, para aktivis masjid di kampus itu, juga menolak keterkaitan antara terorisme yang terjadi belakangan dengan nilai Islam. Menurutnya, nilai Islam berasal dari satu sumber, namun dibawa dan disyiarkan oleh berbagai entitas yang memiliki keragaman kultur. Justifikasi dan generalisasi terkait dengan hal itu adalah kesalahan fatal, meskipun pelaku teror yang beragama Islam mengatasnamakan Islam.
Islam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Momen Ramadan hendaknya menjadi titik balik niali perjuangan dengan mewujudkan kebangkitan dan persatuan, demi terwujudnya keadilan hak azazi manusia. “Seperti tercapainya kemerdekaan bagi bangsa lain yang terjajah dan teraniaya,” ungkapnya.
Mereka juga mendesak Pemkot Malang dan aparat kepolisian untuk menindak tegas tempat-tempat hiburan yang buka selama Ramadan, serta meminimalisir kegiatan-kegiatan yang mengganggu kekhidmatan ibadah Ramadan. “Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung memberantas kemaksiatan tanpa kekerasan,” tegasnya.(aim)

Read More......

SURYA : Aksi Simpatik Hari Jilbab Dunia

KLOJEN - SURYA- Anda wanita berjilbab? Jika iya, tahukah anda, kalau Jumat (4/9) kemarin kaum muslimah di dunia memperingati International Hijab Solidarity Day, atau hari solidaritas jilbab sedunia.

Di Kota Malang, hari jilbab kemarin diperingati Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dengan sebuah aksi simpatik. Aktivis Jaringan Muslimah Daerah (jarmusda) yang tergabung dalam FSLDK menyebarkan brosur mengenai pentingnya jilbab bagi wanita muslim di sekitar Jl Veteran.

Menurut Ketua Jarmusda Malang Raya, Betha Nurina Sari, aksi ini untuk mengingatkan pentingnya jilbab sebagai penjaga kehormatan. ”Maraknya kasus pelecehan seksual dan perkosaan di Indonesia adalah salah satu bentuk belum pahamnya wanita muslim dalam menggunakan jilbab,” ujar Betha.
Saat ini masih banyak pihak memandang jilbab bukan sebuah kewajiban, dengan alasan bukan produk asli bangsa. ”Banyak yang mengatakan bahwa jilbab tidak perlu diikuti wanita muslim Indonesia karena berasal dari Timur Tengah,” katanya.

Sembari mengingatkan warga mengenai beberapa sikap Islam-fobia (anti-Islam) yang marak di dunia barat, melalui aksi simpatik ini Jarmusda menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam urusan jilbab. Salah satunya, agar pihak birokrat tetap konsisten dengan legalisasi jilbab untuk pas foto bagi siswa dasar dan menengah.ab

Read More......