Showing posts with label AGENDA. Show all posts
Showing posts with label AGENDA. Show all posts

Monday, December 6, 2010

UPGRAIDING FSLDK Part 1




Upgraiding FSLDK Part 1
Target kegiatan :
-Meningkatkan pemahaman akan FSLDK (apa, siapa, buat apa,bagaimana,dst)
- Memahami akan tugas dan peran UAKI sebagai Puskomda Malang Raya
Sasaran : Penguin UAKI 2009-2010, staff magang FSLDK dan HUMAS UAKI, dan ADK UB


Upgraiding FSLDK dilaksanakan pada hari ahad, 14 November 2010 di RUANG 6 FIA UB,sekitar pukul 13.30 – 16.30 WIB. Materi yang disampaikan adalah tentang Pengenalan FSLDK kepada semua peserta upgraiding. Materi tersebut disampaikan oleh A’Purba (BP Jatim 2007-2008). Pengenalan FSLDK dimulai dengan FSLDK itu sejarh, apa, siapa, tugas & peran / fungsi,pola komunikasi, dst. Setelah disampaikan materi, maka peserta dipersilahkan bertanya apanil masih ada bagian yang belum dimenegrti. Tujuan awal dari diadakan upgraiding ini adalah untuk memahamkan staff magang FSLDK (kader 2010), tetapi saat mendekati hari H tim puskomda mengundang penguin UAKI dan pengurus LDF/SKI UB agar tsaqofah dan pemahaman FSLDK tidak hanya untuk tim puskomda tetapi semua ADK di UB paham akan urgensi FSLDK dan perannya dalam dakwah kampus.
Peserta upgraiding FSLDK yang datang belum seperti harapan (semua penguin UAKI & staff magang FSLDK dan Humas) serta undangan dari tiap SKI/LDF. Tetapi hal ini bukan menjadi alasan upgraiding tidak sukses, alhamdulillah acaranya lancar. Minimal sudah ada paradigma yang tepat dalam menyikapi hubungan FSLDK – LDK/LDF dan meningkatnya pemahaman akan FSLDK.

Tuesday, October 26, 2010

Silaturrahim ke UNITRI (24 Oktober 2010)

Alhamdulillah, rencana silaturrahim ke UKMKI Syifaul Qulb Unitri telah terlaksana. Setelah pekan lalu kami bertemu pada acara Silaturrahim dan Sarasehan LDK di UIN, sekarang giliran Puskomda UAKI UB dan BP Puskomda JF UMM mengunjungi kampus Unitri. Ahad, 24 Oktober 2010 sekitar pukul 13.15 WIB acara silaturrahim di masjid Al-Ikhlas dimulai.
Silaturrahim ini dilaksanakan sebagai salah satu langkah konkrit pendampingan LDK, follow up dari Silaturrahim dan Sarasehan LDK Malang yang lalu. Silaturrahim ini ditujukan agar pihak Puskomda Malang Raya UAKI UB serta BP Puskomda JF bisa ikut membantu dan mensupport teman – teman pengurus di UKMKI SQ UNITRI. BP Puskomda JF UMM juga akan bisa lebih mengetahui kondisi real di UKMKI SQ yang merupakan salah satu LDK dampingan wilayahnya. Teman – teman pengurus UKMKI SQ UNITRI juga mengharapkan bahwa ada bantuan serta dukungan agar UKMKI bisa bertahan untuk memperjuangkan dien ini.
Silaturrahim edisi spesial ini dimulai dengan ketiga pihak yang datang saling ta’aruf. Ada 11 orang yang datang, yaitu 4 orang dari tim Puskomda, 2 orang dari BP Puskomda JF UMM, serta 5 orang pengurus UKMKI SQ.

Friday, October 22, 2010

SILATURRAHIM LDK MALANG



Bertempat di ruang sidang Gedung Student Center UIN, pada hari Ahad 10 Oktober 2010 telah dilangsungkan agenda rutin tahunan, yaitu Silaturrahim LDK se-Malang. Agenda ini merupakan silaturrahim kedua setelah tahun lalu (11 Oktober 2009) diadakan dengan bantuan UKKI Al-Huda UNMER. Tahun ini, Puskomda FSLDK Malang Raya (UAKI UB) bekerja sama dengan LDK At Tarbiyah UIN untuk mengadakan silaturrahim LDK ini. Alhamdulillah, dari undangan yang kami sebar ada sekitar 8 LDK dan SKI / LDF yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Alhamdulillah, sekitar kurang lebih 50-an ikhwan dan akhwat datang memenuhi ruang sidang tersebut.
Agenda silaturrahim LDK se-Malang tahun ini membahas overview FSLDK Malang, pola komunikasi FSLDK di Malang, sosialisasi hasil FSLDKN XV di Ambon 1-5 Juli 2010 yang lalu, dan sharing ke-LDKan. Overview FSLDK Malang berisikan tentang gambaran umum dan perangkat FSLDK Malang Raya, terdiri dari perangkat puskomda, bp puskomda dan LDK. Selain menyampaikan peran puskomda dan bp puskomda, juga dijelaskan tentang tugas dan peran tiap perangkat. Gambaran umum FSLDK juga berisi tentang 3 Komisi yang menjadi bidang kerja FSLDK, yaitu Komisi A, B dan C. Komisi A (Isu dan Keumatan) berisi tentang penyikapan isu FSLDK, Komisi B (Ke-LDK-an) berisi tentang pendampingan LDK / kampus dan akselerasinya, Komisi C (Kemuslimahan) berisi tentang pendampingan kemuslimahan di LDK, jilbab, dan penyikapan isu kemuslimahan.
Pola komunikasi FSLDK Malang Raya berisi tentang pola komunikasi antar perangkat FSLDK Malang, mulai dari Puskomda dengan BP Puskomda, BP Puskomda dengan LDK dampingan dan juga Puskomda dengan LDK. Pola komunikasi ini disampaikan agar komunikasi FSLDK Malang bisa lebih baik dan optimal. Dalam penyampaian pola komunikasi ini, juga dibacakan LDK dampingan BP Puskomda FSLDK Malang (RISPOL POLINEMA , JF UMM, dan UAKI UB). Sosialisasi hasil FSLDKN XV kepada semua aktivis LDK/ SKI yang hadir berjalan dengan lancar. Sosialisasi bahwa Puskomnas FSLDK sekarang adalah BIROHMAH UNILA dan BP Puskomnas Jatim UKKI JANUR UNAIR.
Sharing LDK pun akhirnya dimulai setelah penyampaian semua hal di atas. Sharing ini dilakukan agar kita para ADK di Malang bisa saling membantu dan mengetahui kondisi LDK. Pada sesi sharing ini, dari UKKI SQ UNITRI menyampaikan beberapa kendala dan tantangan dakwah yang dialami disana. KAHFI GEN Poltekkes juga menyampaikan harapannya untuk FSLDK, berupa pendampingan kampus yang lebih masif, dan dari yang lain-lain.
Ya, semoga silaturrahim LDK ini bisa tetep istiqomah (harapannya setiap bulan Syawwal diadakannya). Silaturrahim LDK ini harapannya bisa dilakukan dengan mengundang semua LDK se-Malang Raya. Semoga.....ya, ke depan FSLDK Malang raya harus lebih baik....(tha)

Tuesday, September 8, 2009

MalangPost : Berantas Kemaksiatan Tanpa Kekerasan

Berantas Kemaksiatan Tanpa Kekerasan

MALANG – Puluhan aktivis lembaga dakwah kampus yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Kota Malang, melakukan aksi turun jalan untuk mengajak umat Islam menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan suka cita.
Dengan memakai pengeras suara di atas pick up, mereka mengingatkan kepada para pengguna jalan yang melintas di sekitar Alun-alun Kota Malang untuk merajut kembali kejayaan umat Islam di bulan Ramadan sebagai bulan kemenangan.
“Ramadan sebagai momentum kebangkitan dan kejayaan dengan tidak hanya menunaikan ibadah puasa sebagai kewajiban. Tapi juga mewujudkan hakikat dan nilai luhur dari konsep rahmatan lil alamin sebagai kesalehan sosial,” kata Ketua Puskomnas FSLDK, Dani Setiawan.
Tidak hanya menyerukan dan mengajak umat Islam untuk menyambut Ramadan dengan suka cita, para aktivis masjid di kampus itu, juga menolak keterkaitan antara terorisme yang terjadi belakangan dengan nilai Islam. Menurutnya, nilai Islam berasal dari satu sumber, namun dibawa dan disyiarkan oleh berbagai entitas yang memiliki keragaman kultur. Justifikasi dan generalisasi terkait dengan hal itu adalah kesalahan fatal, meskipun pelaku teror yang beragama Islam mengatasnamakan Islam.
Islam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Momen Ramadan hendaknya menjadi titik balik niali perjuangan dengan mewujudkan kebangkitan dan persatuan, demi terwujudnya keadilan hak azazi manusia. “Seperti tercapainya kemerdekaan bagi bangsa lain yang terjajah dan teraniaya,” ungkapnya.
Mereka juga mendesak Pemkot Malang dan aparat kepolisian untuk menindak tegas tempat-tempat hiburan yang buka selama Ramadan, serta meminimalisir kegiatan-kegiatan yang mengganggu kekhidmatan ibadah Ramadan. “Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung memberantas kemaksiatan tanpa kekerasan,” tegasnya.(aim)

SURYA : Aksi Simpatik Hari Jilbab Dunia

KLOJEN - SURYA- Anda wanita berjilbab? Jika iya, tahukah anda, kalau Jumat (4/9) kemarin kaum muslimah di dunia memperingati International Hijab Solidarity Day, atau hari solidaritas jilbab sedunia.

Di Kota Malang, hari jilbab kemarin diperingati Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dengan sebuah aksi simpatik. Aktivis Jaringan Muslimah Daerah (jarmusda) yang tergabung dalam FSLDK menyebarkan brosur mengenai pentingnya jilbab bagi wanita muslim di sekitar Jl Veteran.

Menurut Ketua Jarmusda Malang Raya, Betha Nurina Sari, aksi ini untuk mengingatkan pentingnya jilbab sebagai penjaga kehormatan. ”Maraknya kasus pelecehan seksual dan perkosaan di Indonesia adalah salah satu bentuk belum pahamnya wanita muslim dalam menggunakan jilbab,” ujar Betha.
Saat ini masih banyak pihak memandang jilbab bukan sebuah kewajiban, dengan alasan bukan produk asli bangsa. ”Banyak yang mengatakan bahwa jilbab tidak perlu diikuti wanita muslim Indonesia karena berasal dari Timur Tengah,” katanya.

Sembari mengingatkan warga mengenai beberapa sikap Islam-fobia (anti-Islam) yang marak di dunia barat, melalui aksi simpatik ini Jarmusda menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam urusan jilbab. Salah satunya, agar pihak birokrat tetap konsisten dengan legalisasi jilbab untuk pas foto bagi siswa dasar dan menengah.ab

Berita Jatim.com : FSLDK Malang Raya Himbau STOP tempat maksiat

Malang (beritajatim.com) – Puluhan massa Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus wilayah Malang Raya menggelar aksi simpatik menyambut datangnya Bulan Ramadhan, Kamis (20/8/2009). “Stop Maksiat di bulan suci,” kata Muhzar, koordinatro aksi disela-sela aksinya di Alun-alun Merdeka Malang.

Dalam seruan yang disampaikan, mereka juga mengecam perilaku oknum DPRD Kabupaten Malang yang menggelar acara dangdutan dan mabuk-mabukan di ruang sidang paripurna beberapa waktu lalu. Selain itu, para aktivis muslim ini juga meminta kepada aparat untuk bertindak tegas dan selalu melakukan razia di tempat-tempat maksiat.

“Meski sudah ada aturannya, tidak menutup kemungkinan masih banyak yang menggelar maksiat di bulan puasa,” katanya.

Aksi mereka dilakukan dengan long march mulai dari Stadion Gajayana Malang menuju ALun-alun Merdeka Malang. Di alun-alun, mereka juga membuka pos pengobatan gratis yang bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah untuk masyarakat umum. [har/kun]

sumber: beritajatim.com

Saturday, August 22, 2009

Press Release Pawai Ramadhan 1430 H

Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) &

Pusat Komunikasi Daerah Malang Raya ( UAKI UNIVERSITAS BRAWIJAYA)

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK)

PRESS RELEASE

Merajut (kembali) Kejayaan di Bulan Kemenangan

Indonesia, sebuah negara yang terkompilasi atas berbagai entitas yang berwarna-warni, baru saja melangsungkan hajat besar selebrasi kemenangan bangsa karya para syuhada dan pahlawan negeri. Selama 64 tahun, bangsa ini telah menikmati kemenangan dan kemerdekaan itu dengan diimbangi progres pendewasaan diri melalui berbagai mekanisme yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Selama itu pula, pertahanan diri dari berbagai ancaman dan hambatan selalu menjadi upaya bagi pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan kedaulatan.

Kesatuan visi yang semestinya terbentuk, meskipun diimplementasikan melalui berbagai misi, sayang sekali belum bisa terlihat dengan adanya penodaan perjuangan oleh tangan-tangan kotor yang telah mengkhianati idealisme suci para pahlawan kemerdekaan. Kehinaan pada tubuh bangsa ini terus menghiasi perjalanan mewujudkan Indonesia madani. Ancaman dari luar selalu menjadi alasan bagi masyarakat untuk mempertahankan status quo, padahal masih banyak cacat di tubuh sendiri. Berbagai isu destruktif-intimidatif menjadikan kita sibuk mengawasi lawan dengan melupakan kealpaan pada diri sendiri.

Ironis, berbagai perayaan kemerdekaan yang merupakan momentum pembangunan hanya berwujud pesta pora berbiaya mahal. Dan disadari atau tidak, semestinya biaya, waktu dan keringat yang telah dibuang dalam selebrasi tersebut sangat berarti jika dialokasikan untuk ikhtiar konkrit anak negeri dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Melihat fenomena ini, introspeksi dan edukasi masyarakat rasanya perlu dilakukan. Redifinisi akan arti sebuah kemenangan dan pengorbanan perlu dimasifkan demi mengembalikan martabat bangsa yang telah tercoreng.

Selain menyimpangnya bentuk penghargaan terhadap para pahlawan, rasa syukur pada Tuhan juga merupakan identitas dan nilai luhur yang mulai terkikis dengan globalisasi dan sekulerisasi. Padahal, ketergantungan kepada Sang Khaliq merupakan salah satu kunci para pejuang kemerdekaan. Satu kalimat tak terlupakan yang tertoreh dalam bingkai Pembukaan UUD 1945, “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya” merupakan bukti akan hal itu.

Terlepas dari semua itu, sepertinya Allah masih memberikan kita kesempatan sekali lagi untuk berbenah dengan menghadirkan momentum yang dinanti banyak insan; momentum yang selalu mengawal perubahan dan titik kebangkitan.

Oleh karena itu, Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dengan ini mengajak seluruh elemen masyarakat, dengan lebih khusus kepada masyarakat muslim Indonesia, untuk merayakan dan memanfaatkan momentum bulan Ramadhan serta menghimbau:

  1. Perubahan bangsa akan selalu dikawal oleh insan-insan pilihan. Bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang-orang yang cerdas dan sholeh secara pribadi, tetapi juga jiwa-jiwa yang berani bangkit untuk berkontribusi dan bertransformasi serta mewujudkan cita-cita bersama. Maka, marilah kita menjadikan Ramadhan sebagai momentum kebangkitan dan kejayaan dengan tidak hanya menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi yang berkewajiban (nilai kesholehan pribadi) tetapi juga mewujudkan hakikat dan nilai luhur dari konsep rahmatan lil ‘alamin (nilai kesholehan sosial).

  1. Nilai-nilai Islam adalah nilai-nilai kemanusian yang dengannya akan terwujud kesejahteraan bersama. Maka tidak ada yang perlu dipertentangkan antara keduanya. Ramadhan adalah momentum yang layak untuk mengembalikannya ke dalam tatanan hidup masyarakat. Berkaitan dengan itu, kami berkewajiban melakukan pencerahan dan klarifikasi bahwa:

· Keterkaitan antara terorisme dengan nilai Islam sama sekali tidak dapat dibenarkan. Nilai-nilai Islam memang berasal dari satu sumber, namun dibawa dan disyi’arkan oleh berbagai entitas yang memiliki keragaman kultur, pandangan-penafsiran, sikap dan tingkat keilmuan. Karenanya justifikasi dan generalisasi atasnya adalah suatu kesalahan fatal meskipun banyak pelaku teror yang beragama Islam dan mengatasnamakan Islam.

· Nilai kejujuran dan tanggung jawab yang selalu menjadi kunci keluhuran Islam hendaknya menjadi referensi pelajaran bagi semua lapisan masyarakat untuk menghentikan ‘budaya’ korupsi. Lebih khusus lagi, kami menghimbau hal ini kepada para pejabat negara dan pengemban amanah di institusi negara, swasta maupun non-profit demi terwujudnya masyarakat yang jujur dan sejahtera.

· Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, momen Ramadhan hendaknya menjadi titik balik nilai perjuangan dengan mewujudkan kebangkitan dan persatuan demi terwujudnya keadilan Hak Asazi Manusia (HAM) seperti tercapainya kemerdekaan bagi bangsa lain yang terjajah (Palestina) dan dihentikannya kekerasan yang menimpa kaum minoritas di berbagai belahan bumi (terutama Irak, Afganistan dan Cina)

  1. Bulan Ramadhan yang identik dengan nilai-nilai ibadah dan amal baik hendaknya menjadikan kita untuk menyikapi bulan Ramadhan sebagai momentum pengkerdilan segala kemaksiatan yang menjatuhkan bangsa ini. Maka,

· Kami menghimbau pemkot dan aparat kepolisian untuk melakukan razia diskotik, café dan tempat prostitusi demi meminimalisir kegiatan-kegiatan yang mengganggu kekhidmatan ibadah Ramadhan.

· Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung memberantas kemaksiatan tanpa kekerasan. Mari menyambut bulan kemenangan ini dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah dan menghindarkan diri dan lingkungan dari berbagai perbuataan keji dan mungkar. Selain itu, secara khusus kami mengajak seluruh muslimah Indonesia untuk menjaga aurat dengan mengenakan hijab, setidaknya selama bulan Ramadhan berlangsung.

Demikian pernyataan sikap dan himbauan kami. Sebagaimana sabda Rasulullah, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, kami hanya berupaya memberikan yang terbaik bagi umat dan bangsa ini dengan segala kerendahan hati kepada pihak lain dan kerendahan diri kepada Sang Pencipta. Semoga Ramadhan yang dinanti ini adalah Ramadhan yang berarti. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan, selamat berkontribusi!!!









Friday, August 21, 2009

Pawai Ramadhan 1430 H






Malang _ Sekitar 130 mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Malang Raya menggelar Pawai Ramadhan 1430 H pada tanggal 20 Agustus 2009. Peserta pawai berasal dari beberapa kampus swasta dan negeri dimalang yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Muhamadiyah Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim, Poltekes Malang, dan Universitas Kanjuruhan. Pawai ini dimulai dari Stadion Gajayana dan berakhir di Alun-alun Merdeka Malang. Pawai di buka pada pukul 07.30 oleh koordinator Puskomda Malang Raya, akhina Muhzar. Selain sebagai pengingat kepada masyarakat bahwa ramadhan akan segera datang, tapi juga agar masyarakat berpakaian yang sopan, an jugamenyerukan kepada aparat kepolisian untuk menutup tempat-tempat maksiat. Pada pawai ini juga dibagikan 1000 bunga, 2000 jadwal imsakiyah dan seruan kepada masyarakat. Di sepanjang jalan menuju alun-alun merdeka malang terdengar takbir, dan yel-yel penyemangat dan pengingat kepada warga malang ”yo..ayo..ayo Arema..Ramadhan ini kita harus menang” dan juga gubahan lagu dari alm. mbah surip ” Ramadhan Sebentar lagi...Ramadhan sebentar lagi..Enak to..Asyik..to Hayo PUASA..”..Rombongan pawai sampai di alun2 sekitar pukul 09.00 kemudian di lanjutkan orasi dari perwakilan kampus dan pembacaan penyataan sikap oleh perwakilan dari Puskomda Malang Raya. Agenda kemudian di lanjutkan dengan check up kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Malang. Agenda ini cukup menarik warga bahkan ada salah seorang warga negara asing yang turut serta dalam acara ini. (bmw)

Kini...Giliran Tulungagung......


Tulungagung_ sabtu-ahad, 15-16 Agustus 2009, tim Puskomda Malang Raya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Tulungagung dalam rangka LDK Training Center (LTC). Tim akhwat dengan 2 sepeda motor sampai di tulungagung sekitar jam 8 malam. Perjalanan malam dari malang ke tulungagung tidak menyurutkan semangat kami untuk bersilaturahim dengan teman-teman di Tulungagung.Allahuakbar!!.. Setelah sampai di penginapan akhwat kami lanjutkan dengan diskusi dengan teman-teman sampai sekitar pukul 00.00...keesokan harinya kami datang ke kampus STKIP PGRI Tulungagung sekitar jam o7.30..acara di mulai sekitar pukul 08.30 dengan diawali sambutan oleh ketua panitia akhina taufik. materi pertama yaitu training motivasi oleh purbahayu (trainer muda trustco jakarta dan alumni Tim FSLDK Malang). sekitar pukul 09.30 tim ikhwan dan pemateri selanjutnya sampai di tulunggaagung. materi ke 2 sekitar pukul 10.00 tentang keLDKan oleh akh Antok (Universitas Brawijaya), mulai dari bagaimana sejarah perkembangan LDK di indonesia dan juga peran LDK itu sendiri..acara di lanjutkan dengan ishoma dan di akhwat di lakukan diskusi terkait peran muslimah dan pentingnya dakwah muslimah di kampus. setelah ishoma di lanjutkan dengan materi "mengelola event besar" oleh Akhi Solichan, ketua UAKI universitas Brawijaya. disini para pengurus terlihat sangat antusias karena di tampilkan beberapa kegiatan besar di brawijaya dan tips-tips bagaimana menghadirkan pemateri "besar", dan mendapatkan dana dengan mudah. acara di tutup sekitar jam 15.00 dan di lanjutkan dengan sesi foto-foto :-) , sekitar jam 5, kami kembali ke malang.
semangat temen-temen Tulungagung....ALLAHUAKBAR!!!

Friday, July 17, 2009

Petualangan part 1

Rabu, 15 Juli 2009 sekitar pukul 10.00 WIB , kami dari tim Puskomda Malang siap untuk menjelajah ke kampus – kampus dampingan di kota Malang. Berangkat dari Sekretariat UAKI-UB dengan membawa sekitar 2 rim lembar mediasi, kami memulai perjalanan untuk silaturahmi dan membagikan mediasi seruan solidaritas untuk warga muslim Uighur di Xinjiang.

Kampus yang pertama yang kami kunjungi adalah kampus UIN (Univ. Islam Negeri), yang letaknya memang paling dekat dekat dengan UB (Univ.Brawijaya)... :d Kami langsung menuju ke masjid kampus, di sana telah ada yang siap menerima mediasi dari kami. Setelah menyerahkan mediasi, kami pun melanjutkan perjalanan ke UNISMA (Univ. Islam Malang). Sesampainya di tempat parkir UNISMA, menjelaji kampus yang meskipun dekat dengan UB tapi jarang punya kesempatan menjelajahi kampus ini.. kami menghubungi CP kampus, yang ternyata sedang berada di gedung C. Akhirnya ketemu juga, mediasi pun kami serahkan dan meminta tolong untuk disebarkan di kampus. Dari UNISMA kami pun melanjutkan perjalanan ke kampus ABM (Malang Kucecwara), kampus yang subhanallah begitu indah. Sesampainya di sana, kami meuju sekretariat UKMKI (UKM Kerohanian Islam) untuk mencari informasi tentang kepenggurusan UKMKI yang baru sekaligus menyerahkan mediasi yang kami bawa.

Kampus selanjutnya yang menjadi tujuan penjelajahan kami adalah kampus VEDC, yang berada di dekat terminal Arjosari. Setelah parkir motor, kami berjalan menuju masjid kampus dan berharap bertemu dengan pengurus SKI atau LDKnya. Baru kami sadari saat melihat jam dinding di masjid tersebut, waktu telah menunjukkan pukul 11.30 WIB. Sehingga kami memutuskan untuk sholat dhuhur di masjid tersebut, (masjid yang nice...)...sambil tetap menunggu mahasiswi VEDC untuk diberi mediasi. Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga seorang pengurus ISC VEDC. Kampus berikutnya adalah UNIGA (Uni. Widya Gama), kami mencari sekretariat HIMESYA. Sayang sekali, setelah menemukan sekretariatnya, kami tak menjumpai satu pun pengurusnya. Sehingga, mediasi kami serahkan ke seorang bapak yang bertugas di SMA Widya Gama. Setelah berpamitan, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju kampus 2 ASIA yang berada di samping UNIGA. Eh, ternyata CP yang kami hubungi berada di kampus 1 ASIA, yang berada di belakang kampus LP3I. Tak lama kemudian setelah membaca mengetahui hal itu, kami langsung keluar kampus 2 ASIA dan menuju kampus 1 ASIA.

Sesampainya di tempat parkir kampus 1 ASIA, telah terlihat 2 akhwat yang sedang menunggu kedatangan kami. Kami mendatangi mereka dan berkenalan, menanyakan tentang keadaan LDKnya serta tak lupa memberikan mediasi untuk disebar di kampus yang bersangkutan. Selesai silaturrahmi ke kampus 1 ASIA, kami menuju kampus LP3i dan menyerahkan mediasi kepada ketua umum LDK di LP3i dan meminta bantuannya untuk menyebarkannya di LP3i. Dari LP3i, kami melanjutkan silturrahmi ke Poltekes, kampus terakhir kunjungan hari ini. Sama seperti pada kampus lainnya, kami langsung menuju masjid di kampusnya dan menemui CP yang telah kami hubungi sebelumnya. Setelah memberikan mediasi, kami bertanya tentang keadaan terakhir kampus mengenai LDK atau SKInya. Dari kampus Poltekes, kami kembali ke MRP UB, di sana telah menunggu CP dari UM yang kebetulan berada di Masjid Raden Patah (MRP). selesai juga kisah petualangan kami pada hari ini, alhamdulillah berjalan dengan lancar. Dan esok hari (Kamis, 16 Juli 2009), rencananya kami akan melanjutkan silaturrahmi ke kampus-kampus yang belum kami kunjungi pada hari ini ( Rabu, 15 Juli 2009 red).

Alhamdulillah petualangan kami kali ini menambah jumlah saudara/i dan menjalin silaturahim yang lebih erat...semoga Allah selalu menjaga tali silaturahim ini..

Ukhuwah Itu tak mengenal Kesudahan

Ia Mengiringimu dalam Hidup Sebagai Penyejuk.
Menyapamu dalam kesendirian yang Melelahkan

Dan Menjagamu tetap dalam Senyuman

Monday, July 13, 2009

Press Release Aksi 13 Juli 2009


Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) &

Pusat Komunikasi Daerah Malang Raya(UAKI)

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus


Atas nama keamanan negara dan anti terorisme, pemerintah komunis Cina telah menoreh sejarah kelam dengan mengekang kebebasan beragama, kebebasan berkumpul dan berpendapat, serta melakukan diskriminasi sosial. Partai Komunis Cina yang menjadi penguasa tunggal pemerintah telah melakukan tindakan represif seperti pembantaian ratusan mahasiswa Cina pada 4 Juni 1989 di Tiananmen serta penekanan dan penindasan Falun Gong. Hal ini menunjukkan keadilan di Cina tidak berjalan dengan baik.

Saat ini, selain kepada suku Tibet yang didominasi penganut Lamaism, tekanan dan diskriminasi yang dilakukan oleh rezim pemerintahan Cina juga menimpa saudara-saudara muslim kita di Xin Jiang. Daerah yang sebelumnya bernama Turkestan Timur atau Uighuristan ini sebagian besar dihuni etnik Uighur dan minoritas Muslim dari etnis lain. Insiden penyerangan terhadap kelompok muslim sudah berulang kali terjadi di wilayah berpenduduk 20 juta jiwa ini.

Ketegangan etnis memuncak ketika terjadi bentrokan antara suku Han (etnis mayoritas di Cina, kebanyakan berideologi komunis) dengan suku Uighur (kebanyakan muslim) di asrama etnis Uighur di pabrik mainan Xu Re di Kota Shaoguan pada 26 Juni lalu, dengan faktor pemicu yang tidak terbukti kebenarannya. Insiden ini menyebabkan 2 perempuan dari etnis Uighur meninggal. Akhirnya Ahad lalu (5/7), suku Uighur menggelar aksi protes damai untuk menuntut pengusutan atas insiden itu.

Namun kerusuhan tak terelakkan. Mengenai hal penyulut dan siapa yang memulai, muncul berbagai versi dalam reportase media. Ada yang menyebut awal dari kerusuhan adalah tembakan aparat Cina ke arah orang-orang Uighur yang melakukan protes damai dan mendesak mereka ke gang-gang kecil dan kemudian membunuhnya, banyak orang Uighur yang luka dan meninggal. Sedangkan kantor berita resmi Xinhua, diikuti media lain, merilis bahwa pihak Uighur telah menyulut kerusuhan ini dengan menyerang aparat. Xinhua juga menunjukkan bahwa korban kebanyakan dari suku Han. Dari 184 korban -masih menurut Xinhua- 137 dari suku Han, selain itu setidaknya 1.000 orang luka-luka. Sementara dari pihak Uighur mengklaim korban tewas mencapai hingga lebih dari 400 jiwa.

Pada saat yang sama, koneksi internet dan saluran telepon diputus. Reporter asing tidak boleh meliput dengan alasan keamanan. Tentara komunis Cina hampir memukuli para reporter yang berusaha meliput dari masjid raya Id Kah di Kashgar.

Kesimpangsiuran berita menunjukkan adanya berbagai representasi kepentingan dan idealisme media serta merupakan indikasi adanya usaha untuk memanipulasi kebenaran serta propaganda.

Terlepas dari ketidaksinkronan atas berita tentang kronologi kerusuhan itu, seluruh media sepakat bahwa pasca kerusuhan itu pemerintah menutup masjid-masjid dan Jumat lalu (10/7) umat muslim Xin Jiang dilarang sholat Jumat. Seluruh media mengakui pemerintah komunis Cina telah lama melakukan diskriminasi dan bertindak represif terhadap suku-suku minoritas, terutama suku Tibet, Manchu dan Uighur. Terkait kebebasan beragama, semua agama di Cina dikendalikan oleh Administrasi Negara untuk Urusan Agama. Namun selama ini pembatasan dan tekanan yang ditujukan kepada etnis muslim, termasuk etnis Uighur dan Hui, sangat berlebihan seperti:

· Pemerintah lokal melarang wanita muslimah memakai cadar dan para laki-laki muslim mengenakan kain sorban serta mencukur cambang dan kumis. Tanda dan simbol-simbol Islam dilarang

· Shalat tarawih dilarang; muslim dipaksa makan ketika puasa; anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak berhak beribadah di masjid.

· Pelarangan ibadah di sekolah dan tempat kerja.

· Pelarangan mengajarkan alQur'an secara privat. Hanya alQur'an versi cetakan pemerintah yang diizinkan.

· Pelarangan lembaga-lembaga Islam.

Diskriminasi rasis sangat kental dalam kehidupan mereka, baik oleh etnis Han maupun pemerintah. Kendaraan umum enggan memuat orang-orang Uighur. Pemerintah China memberi label kepada mereka sebagai 'teroris musuh negara'. Dalam hal investasi dan subsidi, etnis Han selalu menjadi prioritas dari pada Uighur. Secara bertahap & sistematis, perpindahan orang-orang Han ke Xin Jiang telah menggerus kebudayaan lokal serta meningkatnya dominasi Han yang bukan hanya dalam kuantitas, namun juga hegemoni politik dan perekonomian. Usaha migrasi etnis Han ke Xin Jiang diduga bertujuan untuk mengeksploitasi minyak dan gas alam yang merupakan kelebihan tanah Xin Jiang.

Melihat fenomena dan tragedi ini, FSLDK yang terhimpun atas Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia, menyatakan:

1. Menyerukan kepada para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk menekan otoritas Cina agar segera memperbaiki kondisi HAM.

2. Mendesak otoritas Cina untuk segera mengatasi konflik dengan menegakkan keadilan serta menghentikan monopoli politik, ekonomi dan sosial demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

3. Meminta otoritas Cina untuk mengurangi kekerasan serta mendahulukan introspeksi dalam setiap insiden perlawan etnis minoritas sebelum menyalahkan pihak lain. Insiden-insiden separatis sangat besar kemungkinannya bahwa etnis-etnis minoritas merasakan kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan etnis Han.

4. Menghimbau media untuk mencerna dan tidak menelan bulat-bulat sebelum menyebarkan berita yang dirilis media Cina serta melihat konflik dari sudut pandang objektif karena media memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam kaitannya dengan hal ini.

Surabaya, 12 Juli 2009

Ketua PUSKOMNAS FSLDK

Dani Setiawan

Aksi Solidaritas FSLDK untuk Muslim China

Malang_ Hari ini Senin 13 Juli 2009 , Pusat Komunikasi Daerah (PUSKOMDA)_ FSLDK Malang Raya melakukan Aksi Solidaritas bagi Muslim Uighur di Xinjiang, China yang bertempat di Depan Universitas Brawijaya Malang. Aksi ini merupakan aksi serentak nasional yang dilakukan oleh pusat komunikasi nasional (puskomnas) dan puskomda se-indonesia. Aksi di mulai pada pukul 07.00 dan dibuka oleh ketua puskomda malang raya akhina muhzar, kemudian aksi di lanjutkan dengan melakukan orasi kepada masyarakat dan pembagian artikel/ seruan kepada pengendara kendaraan yang terbagi menjadi 4 titik yaitu 4 lampu merah di perempatan ITN.. aksi ini di tutup pada jam 8 dengan doa bagi warga muslim di Xinjiang, China. alhamdulillah aksi berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang baik dari masyarakat (wj).

Friday, June 26, 2009

REKOMENDASI KMMI

REKOMENDASI KONFERENSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA
15-16 JUNI 2009

Kami perwakilan mahasiswa muslim seluruh Indonesia menyampaikan “Piagam Rekomendasi Mahasiswa Muslim Indonesia” kepada Calon Presiden dan calon Presiden RI. Adapun rekomendasi tersebut terbagi dalam tiga bidang, sebagai berikut :

Bidang Politik Hukum
1. Penegakan Undang –Undang Pornografi
2. Mendesak pemerintah untuk segera mensahlan UU halal dan haram
3. Segera sahkan RUU Tipikor dan percepat penyeleseian kasus korupsi
4. Penegakan kedaulatan Negara atas SDA yang ada di Indoenesia
5. Berantas mafia peradilan
6. Perkuat wibawa bangsa di mata dunia internasional

Bidang Sosial, Budaya, dan Keagamaan
1. Tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia dalam aspek moralitas dan intelektualitas
2. Realisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 %
3. Wujudkan pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat tanpa adanya diskriminasi.
4. Tegas dan konsisten dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan agama
5. Lindungi dan lestarikan budaya bangsa yang bernilai positif dalam rangka penguatan jati diri bangsa

Bidang Ekonomi
1. Tingkatkan produktivitas petani dan nelayan
2. Transparansikan proses alokasi dana APBN
3. Optimalkan peran ekonomi syariah dalam proses pembangunan ekonomi nasional
4. Bangun sistem dan institusi zakat dan wakaf yang kokoh sebagai bagian integral dari sistem fiskal nasional
5. Optimalkan pembinaan dan pengelolaan UMKM
6. Mekanisme pasar dan intervensi pemerintah yang seimbang
7. Pertegas sikap pemerintah dalam membatasi campur tangan asing terhadap perekonomian nasional

Demikian rekomendasi ini kami buat, sebagai sikap kami dalam rangka menyambut perubahan Indonesia yang lebih baik dengan pemerintahan baru.

Ketua Presidium Sidang


Amir Mumtazuddin

Telah menerima dan akan memperjuangkan




DIHADIRI OLEH Tim Sukses Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono Tim Sukses Jusuf Kalla - Wiranto

KMMI

Ahad,14 Juni 2009 , 5 delegasi dari Universitas Brawijaya yang terdiri dari 2 ikhwan dan 3 akhwat, berangkat dari stasiun Kota Baru Malang sekitar pukul 15.00 WIB dengan kereta api ekonomi Mataramaja. Kereta api pun berjalan sebagai tanda perjalanan kami menuju kampus UI pun dimulai. Alhamdulillah, kami mendapat tempat duduk yang cukup nyaman untuk menempuh perjalanan yang cukup lama ini, sekitar 19 jam. Kami sampai di stasiun Pasar Senen pada hari senin sekitar pukul 10.00 WIB. Perjalanan belum selesai, kami berjalan keluar dari Pasar Senen ke perempatan jalan untuk naik bis kota menuju stasiun Cikini. Karena tujuan kami selanjutnya adalah dari stasiun Cikini kami naik KRL menuju stasiun UI. Sekitar 10 stasiun yang kami lewati untuk bisa sampai di stasiun UI, sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah mendapat pesan berupa arahan dari panitia, kami pun menunggu bis kuning untuk menuju ke asrama mahasiswa. Sesampainya di asrama mahasiswa, kami dipersilakan untuk segera bersih diri dan persiapan menuju tempat kegiatan di Gedung Fakultas Hukum, karena pukul 13.00 WIB acara seminar nasional sesi kedua dimulai.
Sesi pertama dari seminar tidak sempat kami ikuti,tetapi kami tetap mendapat notulensi dari panitia. Acara seminar dimulai pada pukul 09.05 WIB, dibuka dengan tilawah dan dilanjutkan dengan sambutan dari PO KMMI, Ketua SALAM X2 dan Ketua FSLDKN. Setelah itu, seminar sesi pertama yang mengangkat topik “Peran Umat Islam dalam Perjalanan Panjang Bangsa Indonesia” dimulai dengan dimoderatori Mulya Fitra Hutama. Pembicara di sesi ini adalah Pak Anhar Gonggong (Sejarawan Senior). Setelah penyampaian materi, dibuka sesi tanya jawab.
Sesi kedua pun dimulai pada pukul 13.30 WIB, sang moderator menjelaskan tentang topik bahasan diskusi panel ini, yaitu Permasalahan Terkini Umat Muslim dan Peran Pemerintah. Moderator mengenalkan pemateri yaitu Pak Ridwan Saidi (Sejarawan), Pak Yusril Ihza Mahendra (Guru Besar Fak.Hukum UI), Bambang Sutrisno(praktisi ekonomi perbankan) dan Achmat Setiabudi (Ketua SALAM X2). Pemateri pertama, yakni Pak Ridwan Saidi menyampaikan tentang problematika aktual umat islam dalam bidang sosial keagamaan. Beliau menjelaskan bahwa sebenarnya sulit untuk menemukan permasalahan islam masa kini. Beliau menyarankan kepada mahasiswa untuk bertindak tegas dalam perkara munkara yang ditemui.Beliau juga menambahkan penjelasan seputas awal-awal sejarah diteumkan makam yang bertuliskan huruf arab yang ditafsirkan makam islam atau tidak. Karena beliau tidak bisa mengikuti seminar sampai selesai, maka moderator mempersilakan 2 peserta mengajukan pertanyaan. Setelah selesai menjawab, pak Ridwan Saidi diperkenankan meninggalkan tempat seminar.
Seminar sesi kedua dilanjutkan oleh pemateri kedua,yaitu Pak Yusril Ihza Mahendra. Beliau menyampaikan tentang problematika aktual umat islam di bidang politik dan hukum. Beliau menyampaikan Syariat islam harus ditegakaan di negeri ini, namun harus melalui proses penetapan hukum,apalagi Indonesia berdasarkan hukum,konstitusi dan pancasila.Islam sangat berkaitan dengan hukum, hanya agama islam yang memiliki hukum islam, agama yang lain tidak. Walaupun banyak problematika yang dihadapi, Islam telah, sedang, dan akan terus berkembang di bidang politik dan hukum denganvariasi problematika yang tidak mudah. Selanjutnya, pemateri ketiga yaitu Pak Bambang Sutrisno menjelaskan tentang perkembangan industri perbankan syariah dan peran pemerintah dalam bidang ekonomi. Beliau memaparkan bahwa pilar utama dari ekonomi syariah adalah keadilan misalnya keharaman riba dan pelarangan riba, keseimbangan dan kemaslahatan. Inisiasi ekonomi syariah mulai tahun 1992. Perbankan semakin diminatis selama 12 tahun. Hal ini didasarkan karena ada pelaku-pelaku aktif, produk makin atraktifg, didukung ulama, persiapan yang cukup baik, edukasi dan kampanye secara masif. Beliau menambahkan problem dan peran pemerintah meliputi undang-undang tentang perbankan syariah baru disahkan tahun 2008 (dimana tidak semua menyetujui), pengelolaan dana haji masih dikelola bank konvensional, Undang – undang serta surat berharga bank syariah baru disahkan tahun 2008, pengaturan pajak berganda belum fix, dana –dana pemerintah belum masuh syariah, serta kurangnya pengakuan negara terhadap skema-skema ekonomi syariah. Tantangan di Indonesia adalah kemiskinan yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang rendah, dan pengangguran yang tinggi.
Pemateri keempat, Ahmat Setiabudi menyampaikan tentang problematika aktual pada kepemudaan.Beliau menyampaikan potensi permasalahan pemuda misalnya pada masalah budaya. Faktor yang terpenting adalah geografis, penduduk (SDM, kualitas, intelektualitas), faktor historis (dijajah, self confindence rendah). Misalnya masalah perbedaan geografis bisa menimbulkan egoisme pribadi. Setelah keempat pemateri menyampaikan materinya, sesi tanya jawab pun dilangsungkan.Acara seminar pun diakhiri pukul 16.30 WIB, peserta dipersilakan untuk sholat Ashar di MUI (Masjid Ukhuwah Islamiyah, dekat dengan Fak.Hukum) dan istirahat sampai selesai sholat maghrib dan khusus untuk BK dan BP untuk kembali ke dalam ruang seminar untuk syuro terkait agenda esok hari.
Seusai sholat maghrib, peserta delegasi dari Puskomda dan LDK se-Indonesia ini kembali ke asrama Mahasiswa UI untuk makan malam dan ramah tamah. Akhwat berkumpul di gazebo asrama untuk makan malam bersama. Selesai makan malam, panitia membuka forum ramah tamah dan menjelaskan tentang alur agendanya.Panitia menjelaskan bahwa esok hari (Selasa, 16 Juni 2009) peserta akan dibagi menjadi 3 komisi, yaitu komisi politik hukum, komisi sosial, budaya dan keagamaan serta komisi ekonomi.Sebenarnya pembagian komisi ini telah disampaikan kepada puskomda masing – masing waktu publikasi KMMI. Setiap LDK hanya memilih satu komisi, jadi baik perwakilan di akhwat maupun ikhwan berada pada komisi yang sama.
Setelah disampaikan, maka peserta dikelompokkan berdasarkan komisi yang sebelumnya telah dipilih atau ditentukan LDK atau daerah masing-masing. Nah, sesuai arahan dari Puskomnas untuk LDK dan puskomda di daerah Jawa Timur berada di komisi kedua, yakni komisi bidang sosial,budaya, dan keagamaan. Tak lama kemudian, peserta telah berkumpul di komisi pilihan masing-masing, namun masih ada beberapa peserta yang belum tahu bidang apa yang dipilih oleh LDK atau daerahnya. Forum ukhuwah pun dimulai di setiap komisi, kami dari puskomda malang berada di forum komisi kedua. Kalau tidak salah, perwakilan delegarsi yang ada di komisi kedua ini ada dari LDK UnBraw, LDK STKIP Nganjuk, LDK di IPB, UIKA Bogor, AKA Bogor , UNSAM Langsa Aceh, Unsoed, Undip, Unsri, Unimal, politeknik Telkom, UIN Bandung,dst. Setelah forum taaruf yang dipimpin langsung dari BP Jatim dan Puskomnas ini selesai, forum pun dikembalikan kembali ke forum besar untuk lebih membahas teknis sidang esok harinya.
Panitia memaparkan tentang mekanisme persidangan kepada seluruh peserta KMMI. Persidangan akan dimulai dengan sidang presidium di balai sidang dengan diikuti oleh semua peserta konferensi dari tiga komisi yang ada. Setelah dibuka oleh presidium sidang, agenda selanjutnya adalah sidang komisi. Sidang komisi adalah sidang tertutup yang hanya dilakukan anggota masing-masing komisi untuk mengidentifikasi dan menentukan sikap komisi terkait permasalahan – permasalahan aktual umat Islam Indonesia dalam bidang – bidang yang terspesifikasi untuk masing-masing komisi. Sidang Komisi ini dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama adalah sidang yang bertujuan mengidentifikasi permasalahan –permasalahan yang dihadapi tiap daerah sesuai dengan bidang spesifikasi komisi. Sidang komisi tahap 1 ini diberi waktu selama 3 jam (pukul 09.00 – 12.00). Sedangkan sidang komisi tahap 2 yang direncanakan pada pukul 13.00-14.30 adalah sidang yang bertujuan membahas dan menentukan sikap komisi yang mempresentasikan sikap konferensi terkait dengan permasalahan yang telah diidentifikasi pada sidang komisi tahap 1. Setelah setiap komisi menyelesaikan dua tahapan sidang dan selanjutnya menghasilkan suatu rekomendasi solusi dari permasalahan bidang spesifikasi komisi. Sidang dilanjutkan dengan sidang presidium kembali, yaitu dipimpin langsung oleh pimpinan dari tiap komisi.Sidang presidium akhir ini berisi penyampaian hasil rekomendai solusi dari setiap komisi dan sifatnya tidak dapat diganggu gugat, tidak bisa diganti atau diubah lagi. Nah, hal inilah yang sempat dikritisi oleh beberapa peserta KMMI pada malam itu. Beberapa peserta merasa tidak puas karena apabila hasil rekomendasi dari komisi yang lain itu belum dirasa optimal tetapi mengapa harus dipaksakan untuk diterima.Ada yang mengusulkan tetap diadakannya sidang presidium, jadi setelah penyampaian hasil sidang tiap komisi, kalau ada saran, kritik atau masukan boleh ditampung dan disampaikan di forum.Apabila forum sepakat untuk diperbaiki ya sewajarnya juga boleh untuk diganti, karena hasil rekomendasi KMMI ini adalah hasil yang diharapkan dapat menampung semua suara dari seluruh daerah di Indonesia. Peserta menyayangkan kalau sidang presidium yang hanya bersifat penyampaian hasil sidang komisi padahal ada peserta dari daerah yang jauh ingin memperjuangkan daerahnya. Forum ukhuwah serta ramah tamah yang berubah dengan pembahasan mekanisme sidang akhirnya selesai sekitar pukul 21.30 malam. Dan peserta dipersilakan untuk istirahat di kamar yang telah disediakan di asrama mahasiswa UI, dan ada yang dialihkan ke asrama Aceh.
Selasa,16 Juni 2009, sidang presidium dimulai sekitar pukul 9.30 WIB. Hal ini terlambat dari rencana sebelumnya, mungkin karena sebelumnya syuro BP, BK serta presidium belum selesai. Sebelum dibuka, ketua pelaksana KMMI menyampaikan dan menunjukkan tentang pembagian komisi, peserta perwakilan LDK diharapkan mengoreksi apakah benar atau tidak. Saat itu, masih terjadi kesalahan, LDK UAKI Unbraw masih tertulis di anggota komisi PolHum. Setelah dikonfirmasi kembali ke BP Jatim, LDK UAKI kembali ke komisi kedua, komisi Sosial,Budaya dan Keagamaan. Sebelum diserahkan kepada pemimpin sidang presidium, pembawa acara membuka acara KMMI pada hari kedua ini. Setelah tilawah dari salah satu ikhwan dari Aceh, dilanjutkan sambutan dari Ketua FSLDKN, Dany Setiawan. Sambutan ketua FSLDKN berisi tentang pelimpahan tugas ketua sidang presidium kepada BK Isu Keumatan dari UI, ykani Amir Mumtazuddin dan mengamanahkan presidium 2 dan 3 kepada BP Banten dan BP Jawa Tengah. Selebihnya sambutan beliau berisi tentang dukungan dan motivasi untuk 3 komisi yang akan merumuskan beberapa rekomendasi solusi untuk Indonesia ke depan. Setelah sambutan, MC menyerahkan ke pemimpin sidang presidium, sementara itu panitia membagikan SOP (Standar Operasional Prosedur) Pelaksanaan KMMI. Pimpinan sidang presidium kembali menjelaskan tentang mekanisme sidang, yaitu sidang presidium, sidang komisi, dan ditutup dengan sidang presidium kembali serta pembacaan piagam rekomendasi mahasiswa muslim Indonesia yang selanjutnya diserahkan kepada tim sukses calon presiden RI.
Sekitar pukul 10.00 WIB peserta sidang presidium diarahkan panitia untuk menempati ruang sidang komisi masing – masing. Untuk anggota komisi PolHum tetap berada di balai sidang, sedangkan komisi 2 dan 3 berada di ruang yang lain. Kami berpindah menuju ruang yang ditunjukkan untuk ruang komisi dua. Sidang komisi pun dimulai sekitar pukul 10.15 WIB. Pimpinan sidang komisi dua menjelaskan mekanisme sidang secara singkat, serta meminta segera pemilihan presidium 2 dan 3. Setelah terpilih 3 pimpinan sidang, maka sidang komisi 2 pun dimulai dengan pimpinan sidang mempersilakan perwakilan LDK untuk menyampaikan masalah. Belum dimulai menuju agenda inti sidang tahap 1, panitia mengingatkan anggota komisi dua untuk pindah ruang sidang. Sehingga mau tak mau, kami dan semua anggota komisi 2 pindah ruang sidang, jaraknya lumayan jauh, hal ini dinilai kurang efisien. Ternyata jumlah tempat duduk di ruang sidang yang baru itu kurang, hal ini menambah ketidaknyamanan peserta terkait waktu sidang komisi sangat terbatas melihat bidang komisi 2 yang banyak.
Sidang komisi dua ini bisa dimulai dengan tertib sekitar pukul 10.40 WIB. Hal ini langsung dilanjutkan dengan penyampaian masalah dari daerah.
No Univ / Daerah Masalah
1 IKIP Madiun - Budaya lama yang masih dianut sampai saat ini (masalah aqidah) menyulitkan perkembangan dakwah- Kemiskinan
2 PNJ - Masalah televisi- Penyimpangan aqidah
3 Al Hikam - Budaya identik dengan pariwisata sbg moral bangsa- Kurangnya pendidikan yang berpandangan islam
4 Unsoed - Kemiskinan mengarah kekufuran- Disintegrasi
5 UNBRAW - Perlunya menjaga kelestarian budaya kita (banyak budaya yang telah diakui Malaysia dan negera lain)- Anak-anak terlantar dan jalanan banyak yang putus sekolah
6 Udinus - Dampak media TV- Belum adanya perhatian khusus mengenai pendidikan Islam- Wajib belajar mengapa hanya 9 th?
7 UPI - Dampak BHP- Pendidikan gratis vs SBI (Sekolah berstandar Internasional) di Indonesia- Legalitas mentoring dari SMP smapai Universitas
8 UNSAM ACEH - Pemberdayaan syariat Islam masih kurang- Kurikulum Islam belum ditegakkan- Infrastruktur masih jauh tertinggal
9 IAIN - Budaya timur tercampur dg budaya luar- Korupsi masih merajalela- Optimalisasi Sekolah gratis
10 Bogor - Mengakomodir seluruh masyarakat tentang sekolah gratis
11 UNSAM ACEH - Kurangnya jam pelajaran agama
12 UNDIP - Pengelolaan sampah perlu diperhatikan kembali- Tayangan TV banyak yang tidak mendidik
13 - AlQuran & As Sunnah seharusnya jadi acuan hidup- Kembalinya kebudayaan sekarang ke kebudayaan primitif
14 - Perang pemikiran- Harus selektif terhadap budaya asing
15 Telkom - Pembangunan yang tidak merata (produk, budaya, benda, bangunan)
16 UNSOED - Disintegrasi bangsa- Indonesia sebagai negara multikurtural
17 UNUD Bali - Dikriminasi agama- Barometer daerah wisata indonesia di bali (moral)- Anggaran dana pariwisata dibantu asing
18 - Optimalisasi UU APP- Penayangan di televisi harus lebih disensor- Kurikulum & pendidikan gratis- Akulturasi budaya luar & filtrasi
19 Semarang - Sikap tegas pemerintah untuk degradasi moral- Degradasi moral
20 UNSRI - Larangan berjilbab di kuliah- Penanganan kesehatan yang lamban (administrasi)
21 UNDIP - Bangunan sejarah dilestarikan- Prosedur rumah sakit yang perlu dirapikan
22 IPB - Pembodohan di dunia pendidikan- Sosialisasikan produk halal masih kurang
23 UNBRAW - Sertifikasi budaya lokal- Penertiban tata ruang kota- Penegasan lembaga sensor- Pendirian tempat ibadah yang seharusnya sesuai porsinya (kristenisasi)- Jual beli anak & perempuan
24 UNILA - Pengelolaan limbah (perlu kesadaran lingkungan)- Lahan pertanian diubah jadi lahan industri- Birokrasi kesehatan yang berbelit-belit- Diskriminasi askes- Iklan-iklan promosi aneh- sekolah islam kurang bisa dijangkau masyarakat- pemberdayaan masyarakay (BLT)
25 Al Hikam - mahalnya biaya pendidikan islam- anak dipekerjakan
26 UNDIP - perlu kawalan pemerintah thdp pendidikan kepribadian
Dari identifikasi masalah diatas dibagi menjadi 3 topik besar, yaitu :
SOSIAL BUDAYA KEAGAMAAN
- kemiskinan - warisan budaya - penyimpangan aqidah
- pendidikan - proteksi budaya nasional - diskriminasi
- kesehatan - filtrasi budaya - produk halal
- lingkungan - pariwisata -optimalisasi syaruat islam (aceh)
- media - westernisasi -tdk diterapkan nilai-nilai islam
- tata ruang kota - ideologi yang menyimpang
- birokrasi - pemaksaan agama
- pemberdayaan hasil penelitian


Dari poin-poin permasalahan di atas, dipilih beberapa hal yang menjadi prioritas pembahasan yang akan dituliskan ke dalam piagam rekomendasi yaitu :
SOSIAL BUDAYA KEAGAMAAN
- kemiskinan - warisan budaya - penyimpangan aqidah
- pendidikan - proteksi budaya nasional - diskriminasi
- kesehatan - filtrasi budaya - produk halal
- lingkungan - pariwisata -optimalisasi syaruat islam (aceh)
Hasil akhir sidang komisi ini adalah berupa rekomendasi solusi sebagai berikut:
1. Tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia dalam aspek moralitas dan intelektualitas
2. Realisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 %
3. Wujudkan pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat tanpa adanya diskriminasi.
4. Tegas dan konsisten dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan agama
5. Lindungi dan lestarikan budaya bangsa yang bernilai positif dalam rangka penguatan jati diri bangsa