Showing posts with label FSLDK. Show all posts
Showing posts with label FSLDK. Show all posts

Monday, December 6, 2010

UPGRAIDING FSLDK Part 1




Upgraiding FSLDK Part 1
Target kegiatan :
-Meningkatkan pemahaman akan FSLDK (apa, siapa, buat apa,bagaimana,dst)
- Memahami akan tugas dan peran UAKI sebagai Puskomda Malang Raya
Sasaran : Penguin UAKI 2009-2010, staff magang FSLDK dan HUMAS UAKI, dan ADK UB


Upgraiding FSLDK dilaksanakan pada hari ahad, 14 November 2010 di RUANG 6 FIA UB,sekitar pukul 13.30 – 16.30 WIB. Materi yang disampaikan adalah tentang Pengenalan FSLDK kepada semua peserta upgraiding. Materi tersebut disampaikan oleh A’Purba (BP Jatim 2007-2008). Pengenalan FSLDK dimulai dengan FSLDK itu sejarh, apa, siapa, tugas & peran / fungsi,pola komunikasi, dst. Setelah disampaikan materi, maka peserta dipersilahkan bertanya apanil masih ada bagian yang belum dimenegrti. Tujuan awal dari diadakan upgraiding ini adalah untuk memahamkan staff magang FSLDK (kader 2010), tetapi saat mendekati hari H tim puskomda mengundang penguin UAKI dan pengurus LDF/SKI UB agar tsaqofah dan pemahaman FSLDK tidak hanya untuk tim puskomda tetapi semua ADK di UB paham akan urgensi FSLDK dan perannya dalam dakwah kampus.
Peserta upgraiding FSLDK yang datang belum seperti harapan (semua penguin UAKI & staff magang FSLDK dan Humas) serta undangan dari tiap SKI/LDF. Tetapi hal ini bukan menjadi alasan upgraiding tidak sukses, alhamdulillah acaranya lancar. Minimal sudah ada paradigma yang tepat dalam menyikapi hubungan FSLDK – LDK/LDF dan meningkatnya pemahaman akan FSLDK.

Tuesday, October 26, 2010

Silaturrahim ke UNITRI (24 Oktober 2010)

Alhamdulillah, rencana silaturrahim ke UKMKI Syifaul Qulb Unitri telah terlaksana. Setelah pekan lalu kami bertemu pada acara Silaturrahim dan Sarasehan LDK di UIN, sekarang giliran Puskomda UAKI UB dan BP Puskomda JF UMM mengunjungi kampus Unitri. Ahad, 24 Oktober 2010 sekitar pukul 13.15 WIB acara silaturrahim di masjid Al-Ikhlas dimulai.
Silaturrahim ini dilaksanakan sebagai salah satu langkah konkrit pendampingan LDK, follow up dari Silaturrahim dan Sarasehan LDK Malang yang lalu. Silaturrahim ini ditujukan agar pihak Puskomda Malang Raya UAKI UB serta BP Puskomda JF bisa ikut membantu dan mensupport teman – teman pengurus di UKMKI SQ UNITRI. BP Puskomda JF UMM juga akan bisa lebih mengetahui kondisi real di UKMKI SQ yang merupakan salah satu LDK dampingan wilayahnya. Teman – teman pengurus UKMKI SQ UNITRI juga mengharapkan bahwa ada bantuan serta dukungan agar UKMKI bisa bertahan untuk memperjuangkan dien ini.
Silaturrahim edisi spesial ini dimulai dengan ketiga pihak yang datang saling ta’aruf. Ada 11 orang yang datang, yaitu 4 orang dari tim Puskomda, 2 orang dari BP Puskomda JF UMM, serta 5 orang pengurus UKMKI SQ.

Friday, October 22, 2010

SILATURRAHIM LDK MALANG



Bertempat di ruang sidang Gedung Student Center UIN, pada hari Ahad 10 Oktober 2010 telah dilangsungkan agenda rutin tahunan, yaitu Silaturrahim LDK se-Malang. Agenda ini merupakan silaturrahim kedua setelah tahun lalu (11 Oktober 2009) diadakan dengan bantuan UKKI Al-Huda UNMER. Tahun ini, Puskomda FSLDK Malang Raya (UAKI UB) bekerja sama dengan LDK At Tarbiyah UIN untuk mengadakan silaturrahim LDK ini. Alhamdulillah, dari undangan yang kami sebar ada sekitar 8 LDK dan SKI / LDF yang hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan ini. Alhamdulillah, sekitar kurang lebih 50-an ikhwan dan akhwat datang memenuhi ruang sidang tersebut.
Agenda silaturrahim LDK se-Malang tahun ini membahas overview FSLDK Malang, pola komunikasi FSLDK di Malang, sosialisasi hasil FSLDKN XV di Ambon 1-5 Juli 2010 yang lalu, dan sharing ke-LDKan. Overview FSLDK Malang berisikan tentang gambaran umum dan perangkat FSLDK Malang Raya, terdiri dari perangkat puskomda, bp puskomda dan LDK. Selain menyampaikan peran puskomda dan bp puskomda, juga dijelaskan tentang tugas dan peran tiap perangkat. Gambaran umum FSLDK juga berisi tentang 3 Komisi yang menjadi bidang kerja FSLDK, yaitu Komisi A, B dan C. Komisi A (Isu dan Keumatan) berisi tentang penyikapan isu FSLDK, Komisi B (Ke-LDK-an) berisi tentang pendampingan LDK / kampus dan akselerasinya, Komisi C (Kemuslimahan) berisi tentang pendampingan kemuslimahan di LDK, jilbab, dan penyikapan isu kemuslimahan.
Pola komunikasi FSLDK Malang Raya berisi tentang pola komunikasi antar perangkat FSLDK Malang, mulai dari Puskomda dengan BP Puskomda, BP Puskomda dengan LDK dampingan dan juga Puskomda dengan LDK. Pola komunikasi ini disampaikan agar komunikasi FSLDK Malang bisa lebih baik dan optimal. Dalam penyampaian pola komunikasi ini, juga dibacakan LDK dampingan BP Puskomda FSLDK Malang (RISPOL POLINEMA , JF UMM, dan UAKI UB). Sosialisasi hasil FSLDKN XV kepada semua aktivis LDK/ SKI yang hadir berjalan dengan lancar. Sosialisasi bahwa Puskomnas FSLDK sekarang adalah BIROHMAH UNILA dan BP Puskomnas Jatim UKKI JANUR UNAIR.
Sharing LDK pun akhirnya dimulai setelah penyampaian semua hal di atas. Sharing ini dilakukan agar kita para ADK di Malang bisa saling membantu dan mengetahui kondisi LDK. Pada sesi sharing ini, dari UKKI SQ UNITRI menyampaikan beberapa kendala dan tantangan dakwah yang dialami disana. KAHFI GEN Poltekkes juga menyampaikan harapannya untuk FSLDK, berupa pendampingan kampus yang lebih masif, dan dari yang lain-lain.
Ya, semoga silaturrahim LDK ini bisa tetep istiqomah (harapannya setiap bulan Syawwal diadakannya). Silaturrahim LDK ini harapannya bisa dilakukan dengan mengundang semua LDK se-Malang Raya. Semoga.....ya, ke depan FSLDK Malang raya harus lebih baik....(tha)

Friday, November 6, 2009

PERNYATAAN SIKAP PALESTINA


Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) &
Pusat Komunikasi Daerah Malang Raya
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus

PERNYATAAN SIKAP FSLDK
MENGENAI DEHUMANISASI ZIONIS-ISRAEL ATAS PALESTINA & UMAT ISLAM

Bismillahir rahmanir rahim…
Sesungguhnya kamu (Bani Israil) akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kamu pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila datang saat hukuman kejahatan yang pertama dari kejahatan itu, Kami mendatangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar masuk kampung ke seluruh negeri. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana”
(QS. Al Israa’ 4-5).
Ahad (25/10/2009) lalu, ratusan pasukan zionis-Israel kembali mengepung & menyerbu masjidil Aqsha, tempat suci umat Islam. Dengan stun grenade (granat kejut), peluru karet & gas air mata mereka menyerang jama’ah, termasuk perempuan dan anak-anak, serta mencegah umat Islam lain untuk memasuki masjid.
Sementara itu kontrol total dan manipulasi yang dilakukan zionis-Israel atas sumber daya air juga telah menyengsarakan masyarakat Palestina, sebagaimana dilaporkan oleh Amnesty International 27 Oktober lalu.
Arogansi zionis-Israel yang selama ini terus meraja lela adalah suatu penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dan oleh karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusian sebagaimana tercermin dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, maka tidak selayaknya jika bangsa ini hanya menjadi penonton atas berbagai tragedi yang menimpa saudara-saudaranya di Palestina.
Sebagai manifestasi atas nilai kemanusian & keadilan, maka dengan ini FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) tergerak untuk menyatakan sikap dan menyerukan:

1. Mengutuk kebijakan rasis-apartheid pemerintah zionis-Israel atas umat Islam & Kristen Palestina, khususnya kebijakan terbaru mengenai:
a. Pendudukan & penguasaan terhadap masjidil Aqsha dan usaha penghancuran atasnya. Serta;
b. Diskriminasi berupa pembatasan hak untuk mengakses sumber daya air bagi warga Palestina.
2. Mendukung perjuangan pembebasan Palestina serta mendesak para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk mengusahakan perdamaian dunia, khususnya untuk Timur Tengah.
3. Menghimbau kepada seluruh pihak, baik individu maupun lembaga, yang mengakui nilai kemanusiaan untuk terus menyalurkan dukungan material maupun moril serta mendoakan agar bumi Palestina terbebas dari kebiadaban dan kekejian zionis-Israel.
Di tengah isu temporer mengenai terorisme di Indonesia yang disuntikkan media, elit penguasa dan aparat kepada bangsa ini secara massif & terintegrasi, rakyat Indonesia kini diuji kembali solidaritas dan jiwa kemanusiaannya dengan mencuatnya kembali kebengisan & teror zionis-Israel terhadap rakyat Palestina.
Stigma teroris yang dengan analogi generalisasi yang dicanangkan kepada berbagai kelompok-kelompok Islam tidak pernah layak jika dibandingkan dengan ulah radikal dan arogan teroris sejati bernama zionis, yang telah menebar kebencian dan teror terhadap ras lain, baik muslim maupun kristen, di Palestina.
Oleh karena itu mari kita tegakkan keadilan dengan mendukung perjuangan saudara-saudara kita di Palestina tanpa membedakan idealisme dan kepercayaan.


Surabaya, 28 Oktober 2009
Ketua Pusat Komunikasi Nasional
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus


Adistiyar Prayoga

Referensi:
- Amnesty International
- The Palestinian Information Center

Thursday, October 29, 2009

PALESTINA...KEMBALI MEMANGGIL KITA



MASIHKAH KITA TIDAK PEDULI….? MASJID AL-AQSHA ADALAH KIBLAT PERTAMA UMAT MUSLIM. MEREKA ADALAH SAUDARA KITA, TUNJUKKAN SOLIDARITASMU !

Kemarin, 28 Oktober 2009, 16 orang terluka dan lainya ditangkap dalam operasi Zionis, menyusul bentrokan kelompok radikal Yahudi berusaha menyerbu Haram Al-Sharif bertepatann dengan hari “pengampunan”. Terjadi serangan kelompok radikal Yahudi pada Ahad lalu (25/10) dibawa kawalan polisi Zionis Israel ke halaman masjid Al-Aqsha. Namun upaya itu dihadang oleh jama'ah masjid hingga menimbulkan 10 korban luka dan 15 lainnya ditangkap pihak Zionis Israel. Ahad pagi itu, lantai-lantainya terkotori oleh lars sepatu polisi Yahudi Israel. Lorong-lorongnya berantakan karena serangan senjata gas air mata dan tembakan peluru karet.
Menurut para saksi mata dan tokoh Islam di Masjid Al Aqsha, serangan yang dilakukan puluhan polisi Israel itu termasuk dalam rencana tel Aviv untuk membagi dua Masjid Al Aqsha untuk Yahudi dan umat Islam. Juga usaha untuk memantapkan penguasaan Israel atas Al Aqsha hingga pengakuan eksistensi Yahudi menggelar acara ritual keagamaan mereka di Masjid.
Persaksian menurut Hatem Abdul Qadir, mentan Menteri Urusan Al Quds (Jerussalem):
• Usai sholat subuh, para jamaah shalat subuh seperti biasa melakukan penjagaan di sekeliling masjid Al Aqsha mengantisipasi kemungkinan orang-orang Yahudi ekstrim memasuki wilayah masjid. Hingga semburat sinar matahari memantulkan cahaya yang indah di Qubbatu Ash Shakhra yang kuning seperti emas. Menandakan hari baru mulai bergulir. Tanpa disangka, Masjid Al Aqsha yang berkubah hijau sedang menghadapi konspirasi musuh-musuhnya..
• Menjelang pukul delapan pagi. Para jamaah yang menjaga masjid mulai melakukan penutupan pintu sekitar Masjid satu demi satu lalu mereka berkumpul di dalam ruangan masjid yang tertutup. Tujuannya adalah agar tidak ada musuh-musuh dari luar masjid tidak mengetahui apa yang terjadi di dalam masjid.
• Tiba-tiba saja, teriakan takbir dan tahlil menggema di sekitar masjid. Menyusul sejumlah rentetan senjata peluru karet terdengar disusul tembakan gas air mata ke arah masjid. Para pemuda yang menjaga masjid serta merta keluar dari ruangan masjid, sebagian ada yang bertelanjang dada, menghadapi kemungkinan apapun di depan masjid. Di sanalah mereka ternyata telah dinanti oleh puluhan polisi Yahudi Israel yang siap menyerang dan menguasai masjid. Bentrokan tak terhindarkan. Senapan peluru karet, gas air mata polisi Israel, berhadapan dengan batu-batu dari para penjaga masjid Al Aqsha.
• Meski sejumlah orang terluka akibat tembakan peluru karet dan gas air mata. Puluhan orang lainnya ditangkap oleh polisi Israel. Tapi polisi Israel tetap melanjutkan usaha untuk menyerang umat Islam yang menjaga masjid. Mereka terus merangsek dan akhirnya kaum Muslimin terdesak hingga ke dalam ruangan masjid Al Aqsha. Mereka lalu menutup pintu utama masjid yang terbuat dari besi. Kaum Muslimin lalu berdo’a dan menyerukan kewaspadaan serta permintaan tolong melalui pengeras suara yang berkumandang lewat menara masjid.
• Tahlil dan takbir kembali bergema menggetarkan Masjid Al Aqsha pagi itu. Polisi Israel masih terus melakukan serangan dengan membawa beberapa tangga yang sudah disiapkan untuk menaiki sejumlah atap sisi masjid. Mereka juga memutuskan aliran listrik dan menyerang melalui ruangan tempat adzan.
• Kemarahan umat Islam di dalam masjid sulit lagi dibendung atas kekejian Yahudi Israel terhadap masjid mereka. Mereka bersama-sama akhirnya kembali membuka pintu masjid menuju keluar untuk melakukan perlawanan terbuka, apapun risikonya.
DR. Yusuf Al Qaradhawi, Ketua Asosiasi Ulama Islam Internasional, menyerukan umat Islam dunia harus bertindak atas kejahatan serangan Israel yang terjadi hari Ahad (25/10) terhadap Masjid Al Aqsha. Ia menegaskan, berulangkali Yahudi Israel melakukan serangan keji terhadap Masjid Al Aqsha kurang mendapatkan tindakan serius dari kaum Muslimin dunia. ”Peristiwa yang baru saja terjadi harus membangkitkan seluruh umat Islam untuk bertindak, dan menyatakan bahwa Yahudi benar-benar telah menginjakkan kakinya di Masjid Al Aqsha,” ujar Syaikh Al Qaradhawi.
Lebih jauh ia menyerukan umat Islam dunia untuk melakukan aksi demonstrasi atas penistaan masjid yang dilakukan Zionis Israel itu di hadapan kantor gedung PBB, pada hari Senin (26/10). Qaradhawi menyatakan hal ini dalam salah satu siaran live nya yang ditayangkan oleh channel televisi satelit Aljazeera, menanggapi serangan polisi Israel terhadap puluhan orang jamaah masjid Al Aqsha sekaligus penangkapan atas mereka dan menginjak-injak Masjid Al Aqsha.
”Apa yang terjadi di Al Quds, berupa serangan yang dilakukan berulangkali atas Masjid Al Aqsha, itu seharusnya bisa menyadarkan seluruh umat Islam bahwa serangan serangan itu meningkat hari demi hari untuk tujuan Yahudi bisa menguasai masjid Al Aqsha,” ujar Al Qaradhawi. Ia lalu mengatakan, ”Saya menyerukan sekjen Liga Arab dan Sekjen OKI serta seluruh pimpinan dan tokoh Islam di seluruh dunia untuk melindungi Masjid Al Aqsha. Kita tidak boleh diam terhadap kejadian ini."
Jamal Al-Khudari, ketua komite rakyat melawan pengepungan, menyatakan pada hari Senin (26/10) bahwa aksi Israel yang berulang kali menyerang Masjid Al-Aqsha tidak hanya diusahakan oleh kelompok-kelompok Yahudi ekstremis atau individu, tetapi mereka mewakili kebijakan sistematis berturut-turut yang ditargetkan oleh pemerintah Israel.
Khudari menggarisbawahi bahwa kebijakan yang berbahaya ini memerlukan upaya penanganan dari pemerintah Arab dan dunia Islam pada umumnya. Selain itu lembaga dan masyarakat juga perlu dilibatkan seluruhnya untuk membantu rakyat Palestina menghadapi bahaya yang mengancam dari pihak Zionis yang kini tengah menduduki kota Yerusalem.
Ia mengimbau kepada para pejabat Arab dan Muslim untuk lebih giat bekerja mendukung rakyat Palestina dari bahaya yang mengancam masa depan dan keberadaan mereka di Yerusalem. Dalam konteks yang sama, faksi-faksi Palestina pada hari Senin kemarin juga menyerukan Dewan Keamanan PBB agar segera mengeluarkan resolusi guna menghentikan pelanggaran yang dilakukan Israel terhadap Masjid Aqsha dan Yerusalem.
Saudara-saudara kita yang berada di Palestina sedang berjuang menghadapi Zionis Israel, masih tak pedulikah kita kepada mereka? Sampai kapan kita hanya diam saja ? InsyaAllah, akan ada aksi solidaritas untuk Palestina FSLDK se-Indonesia pada Jumat (30 Oktober 2009) mendatang. *dari berbagai sumber


by KOMISI ISU KEUMATAN
PUSKOMDA FSLDK MALANG RAYA

Tuesday, September 8, 2009

MalangPost : Berantas Kemaksiatan Tanpa Kekerasan

Berantas Kemaksiatan Tanpa Kekerasan

MALANG – Puluhan aktivis lembaga dakwah kampus yang tergabung dalam Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Kota Malang, melakukan aksi turun jalan untuk mengajak umat Islam menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan suka cita.
Dengan memakai pengeras suara di atas pick up, mereka mengingatkan kepada para pengguna jalan yang melintas di sekitar Alun-alun Kota Malang untuk merajut kembali kejayaan umat Islam di bulan Ramadan sebagai bulan kemenangan.
“Ramadan sebagai momentum kebangkitan dan kejayaan dengan tidak hanya menunaikan ibadah puasa sebagai kewajiban. Tapi juga mewujudkan hakikat dan nilai luhur dari konsep rahmatan lil alamin sebagai kesalehan sosial,” kata Ketua Puskomnas FSLDK, Dani Setiawan.
Tidak hanya menyerukan dan mengajak umat Islam untuk menyambut Ramadan dengan suka cita, para aktivis masjid di kampus itu, juga menolak keterkaitan antara terorisme yang terjadi belakangan dengan nilai Islam. Menurutnya, nilai Islam berasal dari satu sumber, namun dibawa dan disyiarkan oleh berbagai entitas yang memiliki keragaman kultur. Justifikasi dan generalisasi terkait dengan hal itu adalah kesalahan fatal, meskipun pelaku teror yang beragama Islam mengatasnamakan Islam.
Islam menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Momen Ramadan hendaknya menjadi titik balik niali perjuangan dengan mewujudkan kebangkitan dan persatuan, demi terwujudnya keadilan hak azazi manusia. “Seperti tercapainya kemerdekaan bagi bangsa lain yang terjajah dan teraniaya,” ungkapnya.
Mereka juga mendesak Pemkot Malang dan aparat kepolisian untuk menindak tegas tempat-tempat hiburan yang buka selama Ramadan, serta meminimalisir kegiatan-kegiatan yang mengganggu kekhidmatan ibadah Ramadan. “Kami juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung memberantas kemaksiatan tanpa kekerasan,” tegasnya.(aim)

SURYA : Aksi Simpatik Hari Jilbab Dunia

KLOJEN - SURYA- Anda wanita berjilbab? Jika iya, tahukah anda, kalau Jumat (4/9) kemarin kaum muslimah di dunia memperingati International Hijab Solidarity Day, atau hari solidaritas jilbab sedunia.

Di Kota Malang, hari jilbab kemarin diperingati Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dengan sebuah aksi simpatik. Aktivis Jaringan Muslimah Daerah (jarmusda) yang tergabung dalam FSLDK menyebarkan brosur mengenai pentingnya jilbab bagi wanita muslim di sekitar Jl Veteran.

Menurut Ketua Jarmusda Malang Raya, Betha Nurina Sari, aksi ini untuk mengingatkan pentingnya jilbab sebagai penjaga kehormatan. ”Maraknya kasus pelecehan seksual dan perkosaan di Indonesia adalah salah satu bentuk belum pahamnya wanita muslim dalam menggunakan jilbab,” ujar Betha.
Saat ini masih banyak pihak memandang jilbab bukan sebuah kewajiban, dengan alasan bukan produk asli bangsa. ”Banyak yang mengatakan bahwa jilbab tidak perlu diikuti wanita muslim Indonesia karena berasal dari Timur Tengah,” katanya.

Sembari mengingatkan warga mengenai beberapa sikap Islam-fobia (anti-Islam) yang marak di dunia barat, melalui aksi simpatik ini Jarmusda menekankan pentingnya konsistensi pemerintah dalam urusan jilbab. Salah satunya, agar pihak birokrat tetap konsisten dengan legalisasi jilbab untuk pas foto bagi siswa dasar dan menengah.ab

Berita Jatim.com : FSLDK Malang Raya Himbau STOP tempat maksiat

Malang (beritajatim.com) – Puluhan massa Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus wilayah Malang Raya menggelar aksi simpatik menyambut datangnya Bulan Ramadhan, Kamis (20/8/2009). “Stop Maksiat di bulan suci,” kata Muhzar, koordinatro aksi disela-sela aksinya di Alun-alun Merdeka Malang.

Dalam seruan yang disampaikan, mereka juga mengecam perilaku oknum DPRD Kabupaten Malang yang menggelar acara dangdutan dan mabuk-mabukan di ruang sidang paripurna beberapa waktu lalu. Selain itu, para aktivis muslim ini juga meminta kepada aparat untuk bertindak tegas dan selalu melakukan razia di tempat-tempat maksiat.

“Meski sudah ada aturannya, tidak menutup kemungkinan masih banyak yang menggelar maksiat di bulan puasa,” katanya.

Aksi mereka dilakukan dengan long march mulai dari Stadion Gajayana Malang menuju ALun-alun Merdeka Malang. Di alun-alun, mereka juga membuka pos pengobatan gratis yang bekerjasama dengan Bulan Sabit Merah untuk masyarakat umum. [har/kun]

sumber: beritajatim.com

Saturday, August 22, 2009

Press Release Pawai Ramadhan 1430 H

Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) &

Pusat Komunikasi Daerah Malang Raya ( UAKI UNIVERSITAS BRAWIJAYA)

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK)

PRESS RELEASE

Merajut (kembali) Kejayaan di Bulan Kemenangan

Indonesia, sebuah negara yang terkompilasi atas berbagai entitas yang berwarna-warni, baru saja melangsungkan hajat besar selebrasi kemenangan bangsa karya para syuhada dan pahlawan negeri. Selama 64 tahun, bangsa ini telah menikmati kemenangan dan kemerdekaan itu dengan diimbangi progres pendewasaan diri melalui berbagai mekanisme yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat. Selama itu pula, pertahanan diri dari berbagai ancaman dan hambatan selalu menjadi upaya bagi pemerintah dan masyarakat dalam mempertahankan kedaulatan.

Kesatuan visi yang semestinya terbentuk, meskipun diimplementasikan melalui berbagai misi, sayang sekali belum bisa terlihat dengan adanya penodaan perjuangan oleh tangan-tangan kotor yang telah mengkhianati idealisme suci para pahlawan kemerdekaan. Kehinaan pada tubuh bangsa ini terus menghiasi perjalanan mewujudkan Indonesia madani. Ancaman dari luar selalu menjadi alasan bagi masyarakat untuk mempertahankan status quo, padahal masih banyak cacat di tubuh sendiri. Berbagai isu destruktif-intimidatif menjadikan kita sibuk mengawasi lawan dengan melupakan kealpaan pada diri sendiri.

Ironis, berbagai perayaan kemerdekaan yang merupakan momentum pembangunan hanya berwujud pesta pora berbiaya mahal. Dan disadari atau tidak, semestinya biaya, waktu dan keringat yang telah dibuang dalam selebrasi tersebut sangat berarti jika dialokasikan untuk ikhtiar konkrit anak negeri dalam mewujudkan cita-cita bangsa. Melihat fenomena ini, introspeksi dan edukasi masyarakat rasanya perlu dilakukan. Redifinisi akan arti sebuah kemenangan dan pengorbanan perlu dimasifkan demi mengembalikan martabat bangsa yang telah tercoreng.

Selain menyimpangnya bentuk penghargaan terhadap para pahlawan, rasa syukur pada Tuhan juga merupakan identitas dan nilai luhur yang mulai terkikis dengan globalisasi dan sekulerisasi. Padahal, ketergantungan kepada Sang Khaliq merupakan salah satu kunci para pejuang kemerdekaan. Satu kalimat tak terlupakan yang tertoreh dalam bingkai Pembukaan UUD 1945, “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya” merupakan bukti akan hal itu.

Terlepas dari semua itu, sepertinya Allah masih memberikan kita kesempatan sekali lagi untuk berbenah dengan menghadirkan momentum yang dinanti banyak insan; momentum yang selalu mengawal perubahan dan titik kebangkitan.

Oleh karena itu, Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) dengan ini mengajak seluruh elemen masyarakat, dengan lebih khusus kepada masyarakat muslim Indonesia, untuk merayakan dan memanfaatkan momentum bulan Ramadhan serta menghimbau:

  1. Perubahan bangsa akan selalu dikawal oleh insan-insan pilihan. Bangsa ini tidak hanya membutuhkan orang-orang yang cerdas dan sholeh secara pribadi, tetapi juga jiwa-jiwa yang berani bangkit untuk berkontribusi dan bertransformasi serta mewujudkan cita-cita bersama. Maka, marilah kita menjadikan Ramadhan sebagai momentum kebangkitan dan kejayaan dengan tidak hanya menjalankan ibadah puasa Ramadhan bagi yang berkewajiban (nilai kesholehan pribadi) tetapi juga mewujudkan hakikat dan nilai luhur dari konsep rahmatan lil ‘alamin (nilai kesholehan sosial).

  1. Nilai-nilai Islam adalah nilai-nilai kemanusian yang dengannya akan terwujud kesejahteraan bersama. Maka tidak ada yang perlu dipertentangkan antara keduanya. Ramadhan adalah momentum yang layak untuk mengembalikannya ke dalam tatanan hidup masyarakat. Berkaitan dengan itu, kami berkewajiban melakukan pencerahan dan klarifikasi bahwa:

· Keterkaitan antara terorisme dengan nilai Islam sama sekali tidak dapat dibenarkan. Nilai-nilai Islam memang berasal dari satu sumber, namun dibawa dan disyi’arkan oleh berbagai entitas yang memiliki keragaman kultur, pandangan-penafsiran, sikap dan tingkat keilmuan. Karenanya justifikasi dan generalisasi atasnya adalah suatu kesalahan fatal meskipun banyak pelaku teror yang beragama Islam dan mengatasnamakan Islam.

· Nilai kejujuran dan tanggung jawab yang selalu menjadi kunci keluhuran Islam hendaknya menjadi referensi pelajaran bagi semua lapisan masyarakat untuk menghentikan ‘budaya’ korupsi. Lebih khusus lagi, kami menghimbau hal ini kepada para pejabat negara dan pengemban amanah di institusi negara, swasta maupun non-profit demi terwujudnya masyarakat yang jujur dan sejahtera.

· Islam adalah agama yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan. Oleh karena itu, momen Ramadhan hendaknya menjadi titik balik nilai perjuangan dengan mewujudkan kebangkitan dan persatuan demi terwujudnya keadilan Hak Asazi Manusia (HAM) seperti tercapainya kemerdekaan bagi bangsa lain yang terjajah (Palestina) dan dihentikannya kekerasan yang menimpa kaum minoritas di berbagai belahan bumi (terutama Irak, Afganistan dan Cina)

  1. Bulan Ramadhan yang identik dengan nilai-nilai ibadah dan amal baik hendaknya menjadikan kita untuk menyikapi bulan Ramadhan sebagai momentum pengkerdilan segala kemaksiatan yang menjatuhkan bangsa ini. Maka,

· Kami menghimbau pemkot dan aparat kepolisian untuk melakukan razia diskotik, café dan tempat prostitusi demi meminimalisir kegiatan-kegiatan yang mengganggu kekhidmatan ibadah Ramadhan.

· Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergabung memberantas kemaksiatan tanpa kekerasan. Mari menyambut bulan kemenangan ini dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah dan menghindarkan diri dan lingkungan dari berbagai perbuataan keji dan mungkar. Selain itu, secara khusus kami mengajak seluruh muslimah Indonesia untuk menjaga aurat dengan mengenakan hijab, setidaknya selama bulan Ramadhan berlangsung.

Demikian pernyataan sikap dan himbauan kami. Sebagaimana sabda Rasulullah, bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain, kami hanya berupaya memberikan yang terbaik bagi umat dan bangsa ini dengan segala kerendahan hati kepada pihak lain dan kerendahan diri kepada Sang Pencipta. Semoga Ramadhan yang dinanti ini adalah Ramadhan yang berarti. Selamat menjalankan ibadah Ramadhan, selamat berkontribusi!!!









Friday, August 21, 2009

Pawai Ramadhan 1430 H






Malang _ Sekitar 130 mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Malang Raya menggelar Pawai Ramadhan 1430 H pada tanggal 20 Agustus 2009. Peserta pawai berasal dari beberapa kampus swasta dan negeri dimalang yaitu Universitas Brawijaya, Universitas Muhamadiyah Malang, Universitas Negeri Malang, Universitas Islam Malang, UIN Maulana Malik Ibrahim, Poltekes Malang, dan Universitas Kanjuruhan. Pawai ini dimulai dari Stadion Gajayana dan berakhir di Alun-alun Merdeka Malang. Pawai di buka pada pukul 07.30 oleh koordinator Puskomda Malang Raya, akhina Muhzar. Selain sebagai pengingat kepada masyarakat bahwa ramadhan akan segera datang, tapi juga agar masyarakat berpakaian yang sopan, an jugamenyerukan kepada aparat kepolisian untuk menutup tempat-tempat maksiat. Pada pawai ini juga dibagikan 1000 bunga, 2000 jadwal imsakiyah dan seruan kepada masyarakat. Di sepanjang jalan menuju alun-alun merdeka malang terdengar takbir, dan yel-yel penyemangat dan pengingat kepada warga malang ”yo..ayo..ayo Arema..Ramadhan ini kita harus menang” dan juga gubahan lagu dari alm. mbah surip ” Ramadhan Sebentar lagi...Ramadhan sebentar lagi..Enak to..Asyik..to Hayo PUASA..”..Rombongan pawai sampai di alun2 sekitar pukul 09.00 kemudian di lanjutkan orasi dari perwakilan kampus dan pembacaan penyataan sikap oleh perwakilan dari Puskomda Malang Raya. Agenda kemudian di lanjutkan dengan check up kesehatan gratis yang bekerja sama dengan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) Malang. Agenda ini cukup menarik warga bahkan ada salah seorang warga negara asing yang turut serta dalam acara ini. (bmw)

Friday, July 17, 2009

Petualangan part 1

Rabu, 15 Juli 2009 sekitar pukul 10.00 WIB , kami dari tim Puskomda Malang siap untuk menjelajah ke kampus – kampus dampingan di kota Malang. Berangkat dari Sekretariat UAKI-UB dengan membawa sekitar 2 rim lembar mediasi, kami memulai perjalanan untuk silaturahmi dan membagikan mediasi seruan solidaritas untuk warga muslim Uighur di Xinjiang.

Kampus yang pertama yang kami kunjungi adalah kampus UIN (Univ. Islam Negeri), yang letaknya memang paling dekat dekat dengan UB (Univ.Brawijaya)... :d Kami langsung menuju ke masjid kampus, di sana telah ada yang siap menerima mediasi dari kami. Setelah menyerahkan mediasi, kami pun melanjutkan perjalanan ke UNISMA (Univ. Islam Malang). Sesampainya di tempat parkir UNISMA, menjelaji kampus yang meskipun dekat dengan UB tapi jarang punya kesempatan menjelajahi kampus ini.. kami menghubungi CP kampus, yang ternyata sedang berada di gedung C. Akhirnya ketemu juga, mediasi pun kami serahkan dan meminta tolong untuk disebarkan di kampus. Dari UNISMA kami pun melanjutkan perjalanan ke kampus ABM (Malang Kucecwara), kampus yang subhanallah begitu indah. Sesampainya di sana, kami meuju sekretariat UKMKI (UKM Kerohanian Islam) untuk mencari informasi tentang kepenggurusan UKMKI yang baru sekaligus menyerahkan mediasi yang kami bawa.

Kampus selanjutnya yang menjadi tujuan penjelajahan kami adalah kampus VEDC, yang berada di dekat terminal Arjosari. Setelah parkir motor, kami berjalan menuju masjid kampus dan berharap bertemu dengan pengurus SKI atau LDKnya. Baru kami sadari saat melihat jam dinding di masjid tersebut, waktu telah menunjukkan pukul 11.30 WIB. Sehingga kami memutuskan untuk sholat dhuhur di masjid tersebut, (masjid yang nice...)...sambil tetap menunggu mahasiswi VEDC untuk diberi mediasi. Alhamdulillah, akhirnya ketemu juga seorang pengurus ISC VEDC. Kampus berikutnya adalah UNIGA (Uni. Widya Gama), kami mencari sekretariat HIMESYA. Sayang sekali, setelah menemukan sekretariatnya, kami tak menjumpai satu pun pengurusnya. Sehingga, mediasi kami serahkan ke seorang bapak yang bertugas di SMA Widya Gama. Setelah berpamitan, kami kembali melanjutkan perjalanan menuju kampus 2 ASIA yang berada di samping UNIGA. Eh, ternyata CP yang kami hubungi berada di kampus 1 ASIA, yang berada di belakang kampus LP3I. Tak lama kemudian setelah membaca mengetahui hal itu, kami langsung keluar kampus 2 ASIA dan menuju kampus 1 ASIA.

Sesampainya di tempat parkir kampus 1 ASIA, telah terlihat 2 akhwat yang sedang menunggu kedatangan kami. Kami mendatangi mereka dan berkenalan, menanyakan tentang keadaan LDKnya serta tak lupa memberikan mediasi untuk disebar di kampus yang bersangkutan. Selesai silaturrahmi ke kampus 1 ASIA, kami menuju kampus LP3i dan menyerahkan mediasi kepada ketua umum LDK di LP3i dan meminta bantuannya untuk menyebarkannya di LP3i. Dari LP3i, kami melanjutkan silturrahmi ke Poltekes, kampus terakhir kunjungan hari ini. Sama seperti pada kampus lainnya, kami langsung menuju masjid di kampusnya dan menemui CP yang telah kami hubungi sebelumnya. Setelah memberikan mediasi, kami bertanya tentang keadaan terakhir kampus mengenai LDK atau SKInya. Dari kampus Poltekes, kami kembali ke MRP UB, di sana telah menunggu CP dari UM yang kebetulan berada di Masjid Raden Patah (MRP). selesai juga kisah petualangan kami pada hari ini, alhamdulillah berjalan dengan lancar. Dan esok hari (Kamis, 16 Juli 2009), rencananya kami akan melanjutkan silaturrahmi ke kampus-kampus yang belum kami kunjungi pada hari ini ( Rabu, 15 Juli 2009 red).

Alhamdulillah petualangan kami kali ini menambah jumlah saudara/i dan menjalin silaturahim yang lebih erat...semoga Allah selalu menjaga tali silaturahim ini..

Ukhuwah Itu tak mengenal Kesudahan

Ia Mengiringimu dalam Hidup Sebagai Penyejuk.
Menyapamu dalam kesendirian yang Melelahkan

Dan Menjagamu tetap dalam Senyuman

Monday, July 13, 2009

Press Release Aksi 13 Juli 2009


Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) &

Pusat Komunikasi Daerah Malang Raya(UAKI)

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus


Atas nama keamanan negara dan anti terorisme, pemerintah komunis Cina telah menoreh sejarah kelam dengan mengekang kebebasan beragama, kebebasan berkumpul dan berpendapat, serta melakukan diskriminasi sosial. Partai Komunis Cina yang menjadi penguasa tunggal pemerintah telah melakukan tindakan represif seperti pembantaian ratusan mahasiswa Cina pada 4 Juni 1989 di Tiananmen serta penekanan dan penindasan Falun Gong. Hal ini menunjukkan keadilan di Cina tidak berjalan dengan baik.

Saat ini, selain kepada suku Tibet yang didominasi penganut Lamaism, tekanan dan diskriminasi yang dilakukan oleh rezim pemerintahan Cina juga menimpa saudara-saudara muslim kita di Xin Jiang. Daerah yang sebelumnya bernama Turkestan Timur atau Uighuristan ini sebagian besar dihuni etnik Uighur dan minoritas Muslim dari etnis lain. Insiden penyerangan terhadap kelompok muslim sudah berulang kali terjadi di wilayah berpenduduk 20 juta jiwa ini.

Ketegangan etnis memuncak ketika terjadi bentrokan antara suku Han (etnis mayoritas di Cina, kebanyakan berideologi komunis) dengan suku Uighur (kebanyakan muslim) di asrama etnis Uighur di pabrik mainan Xu Re di Kota Shaoguan pada 26 Juni lalu, dengan faktor pemicu yang tidak terbukti kebenarannya. Insiden ini menyebabkan 2 perempuan dari etnis Uighur meninggal. Akhirnya Ahad lalu (5/7), suku Uighur menggelar aksi protes damai untuk menuntut pengusutan atas insiden itu.

Namun kerusuhan tak terelakkan. Mengenai hal penyulut dan siapa yang memulai, muncul berbagai versi dalam reportase media. Ada yang menyebut awal dari kerusuhan adalah tembakan aparat Cina ke arah orang-orang Uighur yang melakukan protes damai dan mendesak mereka ke gang-gang kecil dan kemudian membunuhnya, banyak orang Uighur yang luka dan meninggal. Sedangkan kantor berita resmi Xinhua, diikuti media lain, merilis bahwa pihak Uighur telah menyulut kerusuhan ini dengan menyerang aparat. Xinhua juga menunjukkan bahwa korban kebanyakan dari suku Han. Dari 184 korban -masih menurut Xinhua- 137 dari suku Han, selain itu setidaknya 1.000 orang luka-luka. Sementara dari pihak Uighur mengklaim korban tewas mencapai hingga lebih dari 400 jiwa.

Pada saat yang sama, koneksi internet dan saluran telepon diputus. Reporter asing tidak boleh meliput dengan alasan keamanan. Tentara komunis Cina hampir memukuli para reporter yang berusaha meliput dari masjid raya Id Kah di Kashgar.

Kesimpangsiuran berita menunjukkan adanya berbagai representasi kepentingan dan idealisme media serta merupakan indikasi adanya usaha untuk memanipulasi kebenaran serta propaganda.

Terlepas dari ketidaksinkronan atas berita tentang kronologi kerusuhan itu, seluruh media sepakat bahwa pasca kerusuhan itu pemerintah menutup masjid-masjid dan Jumat lalu (10/7) umat muslim Xin Jiang dilarang sholat Jumat. Seluruh media mengakui pemerintah komunis Cina telah lama melakukan diskriminasi dan bertindak represif terhadap suku-suku minoritas, terutama suku Tibet, Manchu dan Uighur. Terkait kebebasan beragama, semua agama di Cina dikendalikan oleh Administrasi Negara untuk Urusan Agama. Namun selama ini pembatasan dan tekanan yang ditujukan kepada etnis muslim, termasuk etnis Uighur dan Hui, sangat berlebihan seperti:

· Pemerintah lokal melarang wanita muslimah memakai cadar dan para laki-laki muslim mengenakan kain sorban serta mencukur cambang dan kumis. Tanda dan simbol-simbol Islam dilarang

· Shalat tarawih dilarang; muslim dipaksa makan ketika puasa; anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak berhak beribadah di masjid.

· Pelarangan ibadah di sekolah dan tempat kerja.

· Pelarangan mengajarkan alQur'an secara privat. Hanya alQur'an versi cetakan pemerintah yang diizinkan.

· Pelarangan lembaga-lembaga Islam.

Diskriminasi rasis sangat kental dalam kehidupan mereka, baik oleh etnis Han maupun pemerintah. Kendaraan umum enggan memuat orang-orang Uighur. Pemerintah China memberi label kepada mereka sebagai 'teroris musuh negara'. Dalam hal investasi dan subsidi, etnis Han selalu menjadi prioritas dari pada Uighur. Secara bertahap & sistematis, perpindahan orang-orang Han ke Xin Jiang telah menggerus kebudayaan lokal serta meningkatnya dominasi Han yang bukan hanya dalam kuantitas, namun juga hegemoni politik dan perekonomian. Usaha migrasi etnis Han ke Xin Jiang diduga bertujuan untuk mengeksploitasi minyak dan gas alam yang merupakan kelebihan tanah Xin Jiang.

Melihat fenomena dan tragedi ini, FSLDK yang terhimpun atas Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia, menyatakan:

1. Menyerukan kepada para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk menekan otoritas Cina agar segera memperbaiki kondisi HAM.

2. Mendesak otoritas Cina untuk segera mengatasi konflik dengan menegakkan keadilan serta menghentikan monopoli politik, ekonomi dan sosial demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

3. Meminta otoritas Cina untuk mengurangi kekerasan serta mendahulukan introspeksi dalam setiap insiden perlawan etnis minoritas sebelum menyalahkan pihak lain. Insiden-insiden separatis sangat besar kemungkinannya bahwa etnis-etnis minoritas merasakan kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan etnis Han.

4. Menghimbau media untuk mencerna dan tidak menelan bulat-bulat sebelum menyebarkan berita yang dirilis media Cina serta melihat konflik dari sudut pandang objektif karena media memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam kaitannya dengan hal ini.

Surabaya, 12 Juli 2009

Ketua PUSKOMNAS FSLDK

Dani Setiawan

Aksi Solidaritas FSLDK untuk Muslim China

Malang_ Hari ini Senin 13 Juli 2009 , Pusat Komunikasi Daerah (PUSKOMDA)_ FSLDK Malang Raya melakukan Aksi Solidaritas bagi Muslim Uighur di Xinjiang, China yang bertempat di Depan Universitas Brawijaya Malang. Aksi ini merupakan aksi serentak nasional yang dilakukan oleh pusat komunikasi nasional (puskomnas) dan puskomda se-indonesia. Aksi di mulai pada pukul 07.00 dan dibuka oleh ketua puskomda malang raya akhina muhzar, kemudian aksi di lanjutkan dengan melakukan orasi kepada masyarakat dan pembagian artikel/ seruan kepada pengendara kendaraan yang terbagi menjadi 4 titik yaitu 4 lampu merah di perempatan ITN.. aksi ini di tutup pada jam 8 dengan doa bagi warga muslim di Xinjiang, China. alhamdulillah aksi berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang baik dari masyarakat (wj).

Friday, July 10, 2009

Sejarah dan Perkembangan FSLDK

Kondisi obyektif kampus yang berbeda-beda memaksa masing-masing lembaga dakwah kampus selama ini berkembang dengan pola sendiri-sendiri, sesuai dengan situasi dan kondisi yang dihadapinya. Di samping itu, banyaknya persoalan dakwah di dalam kampus menyebabkan LDK juga lebih mengarahkan perhatiannya ke dalam kampusnya masing-masing, dan kurang memberikan perhatian pada kebersaman gerak dakwah.
Keadaan ini berakibat melemahnya kekuatan gerak dakwah secara global. Oleh karena itu diperlukan adanya suatu jalinan koordinasi yang baik di antara lembaga dakwah kampus yang ada demi terciptanya kekuatan gerak dakwah yang terpadu, kokoh, laksana satu bangunan yang saling menguatkan.

Forum Silaturahhim Lembaga Dakwah Kampus Nasional (FSLDKN) merupakan salah satu bentuk koordinasi dakwah yang berfungsi sebagai sarana bagi terciptanya gerak dakwah yang teratur, terpadu, dan kompak tadi menuju ummatam wahidah. Cikal bakal lahirnya FSLDKN adalah acara yang bernama Saresehan LDK yang diadakan pada tanggal 14-15 Ramadhan 1406 atau 24-25 Mei 1986 oleh Jamaah Shalahuddin UGM, bertempat di UGM, Yogyakarta.
Forum yang pembukaannya diadakan di Gedung Pertemuan UGM dan pertemuan lanjutannya di Pesantren Budi Mulya itu, diikuti oleh 26 peserta utusan 13 LDK se-Jawa, yakni:
• Jamaah Shalahuddin UGM
• Jamaah Mujahidin IKIP Yogyakarta
• LAI Undip Semarang
• Unsoed Purwokerto
• UNS Solo
• Lpisat Usakti Jakarta
• UI Jakarta
• BKI Bogor
• UIKA Bogor
• Karisma Salman ITB Bandung
• Unpad Bandung
• UKKI Unair Surabaya
• BDM Al-Hikmah IKIP Malang

Hasil dari pertemuan yang ternyata telah lama dinantikan oleh banyak peserta ini adalah perlunya meningkatkan ukhuwah Islamiyah antara lembaga dakwah kampus, setidak-tidaknya antar fungsionaris lembaga dakwah kampus.


Selain itu, disepakati untuk melanjutkan komunikasi dan koordinasi antar-LDK dengan pembagian wilayah koordinasi sebagai berikut:

• Wilayah barat dikoordinir oleh Salman Institut Teknologi Bandung
• Wilayah tengah dikoordinir oleh Jamaah Shalahuddin UGM Yogyakarta
• Wilayah timur dikoordinir oleh UKKI Universitas Airlangga Surabaya
Juga dihasilkan kesepakatan untuk memahami kondisi dakwah di kampus.
Menyadari bahwa FSLDK dihadiri oleh LDK yang berbeda-beda proses terbentuk, kelembagaan, kondisi lingkungan, maka hubungan antar LDK didasarkan semata pada ikatan ukhuwah Islamiyyah yang bersemangatkan i'tisham bihablillah. Itulah yang selama ini terus berlangsung hingga kini.

PERKEMBANGAN FSLDK

Pasca diadakannya Saresehan LDK itu, segenap peserta menyepakati tentang perlunya membina jaringan dan ukhuwah antar-LDK. Sehingga muncullah agenda-agenda susulan sebagai follow up-nya.Agenda-agenda tersebut adalah:
• Saresehan LDK II - Bandung
• FSLDK Nasional III - Surabaya
• FSLDK Nasional IV - Surakarta
• FSLDK Nasional V - Malang
• FSLDK Nasional VI - Jatinangor
• FSLDK Nasional VII - Makassar
• FSLDK Nasional VIII - Semarang
• FSLDK Nasional IX - Bandung
• FSLDK Nasional X - Malang
• FSLDK Nasional XI - Jakarta
• FSLDK Nasional XII - Padang
• FSLDK Nasional XIII - Samarinda
• FSLDK Nasional XIV - Lampung