Showing posts with label nasional. Show all posts
Showing posts with label nasional. Show all posts

Monday, July 13, 2009

Press Release Aksi 13 Juli 2009


Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) &

Pusat Komunikasi Daerah Malang Raya(UAKI)

Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus


Atas nama keamanan negara dan anti terorisme, pemerintah komunis Cina telah menoreh sejarah kelam dengan mengekang kebebasan beragama, kebebasan berkumpul dan berpendapat, serta melakukan diskriminasi sosial. Partai Komunis Cina yang menjadi penguasa tunggal pemerintah telah melakukan tindakan represif seperti pembantaian ratusan mahasiswa Cina pada 4 Juni 1989 di Tiananmen serta penekanan dan penindasan Falun Gong. Hal ini menunjukkan keadilan di Cina tidak berjalan dengan baik.

Saat ini, selain kepada suku Tibet yang didominasi penganut Lamaism, tekanan dan diskriminasi yang dilakukan oleh rezim pemerintahan Cina juga menimpa saudara-saudara muslim kita di Xin Jiang. Daerah yang sebelumnya bernama Turkestan Timur atau Uighuristan ini sebagian besar dihuni etnik Uighur dan minoritas Muslim dari etnis lain. Insiden penyerangan terhadap kelompok muslim sudah berulang kali terjadi di wilayah berpenduduk 20 juta jiwa ini.

Ketegangan etnis memuncak ketika terjadi bentrokan antara suku Han (etnis mayoritas di Cina, kebanyakan berideologi komunis) dengan suku Uighur (kebanyakan muslim) di asrama etnis Uighur di pabrik mainan Xu Re di Kota Shaoguan pada 26 Juni lalu, dengan faktor pemicu yang tidak terbukti kebenarannya. Insiden ini menyebabkan 2 perempuan dari etnis Uighur meninggal. Akhirnya Ahad lalu (5/7), suku Uighur menggelar aksi protes damai untuk menuntut pengusutan atas insiden itu.

Namun kerusuhan tak terelakkan. Mengenai hal penyulut dan siapa yang memulai, muncul berbagai versi dalam reportase media. Ada yang menyebut awal dari kerusuhan adalah tembakan aparat Cina ke arah orang-orang Uighur yang melakukan protes damai dan mendesak mereka ke gang-gang kecil dan kemudian membunuhnya, banyak orang Uighur yang luka dan meninggal. Sedangkan kantor berita resmi Xinhua, diikuti media lain, merilis bahwa pihak Uighur telah menyulut kerusuhan ini dengan menyerang aparat. Xinhua juga menunjukkan bahwa korban kebanyakan dari suku Han. Dari 184 korban -masih menurut Xinhua- 137 dari suku Han, selain itu setidaknya 1.000 orang luka-luka. Sementara dari pihak Uighur mengklaim korban tewas mencapai hingga lebih dari 400 jiwa.

Pada saat yang sama, koneksi internet dan saluran telepon diputus. Reporter asing tidak boleh meliput dengan alasan keamanan. Tentara komunis Cina hampir memukuli para reporter yang berusaha meliput dari masjid raya Id Kah di Kashgar.

Kesimpangsiuran berita menunjukkan adanya berbagai representasi kepentingan dan idealisme media serta merupakan indikasi adanya usaha untuk memanipulasi kebenaran serta propaganda.

Terlepas dari ketidaksinkronan atas berita tentang kronologi kerusuhan itu, seluruh media sepakat bahwa pasca kerusuhan itu pemerintah menutup masjid-masjid dan Jumat lalu (10/7) umat muslim Xin Jiang dilarang sholat Jumat. Seluruh media mengakui pemerintah komunis Cina telah lama melakukan diskriminasi dan bertindak represif terhadap suku-suku minoritas, terutama suku Tibet, Manchu dan Uighur. Terkait kebebasan beragama, semua agama di Cina dikendalikan oleh Administrasi Negara untuk Urusan Agama. Namun selama ini pembatasan dan tekanan yang ditujukan kepada etnis muslim, termasuk etnis Uighur dan Hui, sangat berlebihan seperti:

· Pemerintah lokal melarang wanita muslimah memakai cadar dan para laki-laki muslim mengenakan kain sorban serta mencukur cambang dan kumis. Tanda dan simbol-simbol Islam dilarang

· Shalat tarawih dilarang; muslim dipaksa makan ketika puasa; anak-anak di bawah usia 18 tahun tidak berhak beribadah di masjid.

· Pelarangan ibadah di sekolah dan tempat kerja.

· Pelarangan mengajarkan alQur'an secara privat. Hanya alQur'an versi cetakan pemerintah yang diizinkan.

· Pelarangan lembaga-lembaga Islam.

Diskriminasi rasis sangat kental dalam kehidupan mereka, baik oleh etnis Han maupun pemerintah. Kendaraan umum enggan memuat orang-orang Uighur. Pemerintah China memberi label kepada mereka sebagai 'teroris musuh negara'. Dalam hal investasi dan subsidi, etnis Han selalu menjadi prioritas dari pada Uighur. Secara bertahap & sistematis, perpindahan orang-orang Han ke Xin Jiang telah menggerus kebudayaan lokal serta meningkatnya dominasi Han yang bukan hanya dalam kuantitas, namun juga hegemoni politik dan perekonomian. Usaha migrasi etnis Han ke Xin Jiang diduga bertujuan untuk mengeksploitasi minyak dan gas alam yang merupakan kelebihan tanah Xin Jiang.

Melihat fenomena dan tragedi ini, FSLDK yang terhimpun atas Lembaga Dakwah Kampus se-Indonesia, menyatakan:

1. Menyerukan kepada para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk menekan otoritas Cina agar segera memperbaiki kondisi HAM.

2. Mendesak otoritas Cina untuk segera mengatasi konflik dengan menegakkan keadilan serta menghentikan monopoli politik, ekonomi dan sosial demi terwujudnya kesejahteraan bersama.

3. Meminta otoritas Cina untuk mengurangi kekerasan serta mendahulukan introspeksi dalam setiap insiden perlawan etnis minoritas sebelum menyalahkan pihak lain. Insiden-insiden separatis sangat besar kemungkinannya bahwa etnis-etnis minoritas merasakan kekecewaan dan ketidakpuasan terhadap kepemimpinan etnis Han.

4. Menghimbau media untuk mencerna dan tidak menelan bulat-bulat sebelum menyebarkan berita yang dirilis media Cina serta melihat konflik dari sudut pandang objektif karena media memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam kaitannya dengan hal ini.

Surabaya, 12 Juli 2009

Ketua PUSKOMNAS FSLDK

Dani Setiawan

Aksi Solidaritas FSLDK untuk Muslim China

Malang_ Hari ini Senin 13 Juli 2009 , Pusat Komunikasi Daerah (PUSKOMDA)_ FSLDK Malang Raya melakukan Aksi Solidaritas bagi Muslim Uighur di Xinjiang, China yang bertempat di Depan Universitas Brawijaya Malang. Aksi ini merupakan aksi serentak nasional yang dilakukan oleh pusat komunikasi nasional (puskomnas) dan puskomda se-indonesia. Aksi di mulai pada pukul 07.00 dan dibuka oleh ketua puskomda malang raya akhina muhzar, kemudian aksi di lanjutkan dengan melakukan orasi kepada masyarakat dan pembagian artikel/ seruan kepada pengendara kendaraan yang terbagi menjadi 4 titik yaitu 4 lampu merah di perempatan ITN.. aksi ini di tutup pada jam 8 dengan doa bagi warga muslim di Xinjiang, China. alhamdulillah aksi berjalan dengan lancar dan mendapat respon yang baik dari masyarakat (wj).

Saturday, July 11, 2009

Penyegelan Masjid Al Ihsan Sidotopo Surabaya

Kajian rutin di Masjid Al Ihsan Sidotopo yang biasa dibimbing oleh ustad Abu Bakar Ba'asyir batal dilaksanakan malam Ahad ini. Kejadian berawal dari provokasi pada Jum'at malam 19 Juni 2009 (diduga dari pihak kepolisian/ intel berpakaian preman) memprovokasi warga dengan mengatakan jama'ah masjid Al Ihsan mengkafirkan PNS dan anggota kepolisian, penghuni masjid adalah anak buah ABB, ketua ta'mir adalah bapak teroris dan sebagainya.


Pada malam itu ada tuntutan pengajian ustadz Abu tidak boleh menggunakan sound system karena "beberapa warga" merasa "gerah" dengan isi kajian ustadz Abu. Walhasil kajian rutin ustadz Abu malam ini tidak bisa dilaksanakan. Berikut ini kronologis kejadian yang terjadi di masjid Al Ihsan Sidotopo:


KRONOLOGI PENYEGELAN MASJID DAN PELARANGAN SHOLAT BERJAMAAH LIMA WAKTU DI MASJID SIDOTOPO


1. Pada hari Jumat tanggal 19 juni 2009 lebih kurang pukul 22.30 sampai dengan 24.30 terjadi penyerbuan dan sweeping ke dalam masjid Al Ihsan Sidotopo yang dilakukan oleh massa tak dikenal beserta warga yang terprovokasi dan anggota kepolisian, massa tersebut meminta KTP penghuni masjid dan memaksa penghuni masjid untuk keluar dari masjid dan mengeluarkan barang-barang dari ruangan dalam masjid. Indikasi yang didapat oleh penghuni masjid (petugas kebersihan dan perawatan masjid) bentuk –bentuk provokasi tersebut antara lain :


- Massa yang ikut dalam sweeping malam itu kebanyakan bukan dari warga sekitar.
- Ucapan-ucapan kasar dan bernada provokasi serta menghina takmir masjid.


2. Buntut kejadian pada malam hari itu, pada hari sabtu 20 Juni 2009 lebih kurang pukul 13.00 (atas permintaan Wakapolres Surabaya Timur) terjadi pertemuan antara Ta’mir Masjid Al Ihsan, Camat Semampir, Aparat Kepolisian Polsek Semampir (dan Polres Surabaya Timur?), dengan beberapa perwakilan warga sekitar menghasilkan “keputusan” penyegelan dan pelarangan aktivitas sholat berjamaah lima waktu di masjid Al ihsan sidotopo dengan alasan masjid tersebut tidak memiliki Ijin Mendirikan Bangunan (IMB). Penyegelan dilakukan oleh aparat camat dan kepolisian dan kemudian kunci segel (gembok) dibawa oleh Camat Semampir yang mengaku bertanggung jawab terhadap keputusan tersebut.(muslimdaily)