
PUSKOMDA (Pusat Komunikasi Daerah) FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) Malang Raya ini terdiri dari 8 wilayah, yaitu daerah Malang, Blitar, Tulung Agung, Trenggalek, Pasuruan, Jombang, Kediri dan Nganjuk.
Showing posts with label FSLDKN. Show all posts
Showing posts with label FSLDKN. Show all posts
Monday, June 14, 2010
Executive Summary FSLDKN XV
Bismillahirrohmaanirrohim
“… Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu,
dan telah Aku cukupkan nikmat-Ku bagimu,
dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagimu…”
( Al Qur’an, Surat Al-Maidah : 3 )
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus Nasional( FSLDKN ) sebagai forum yang menaungi Lembaga Dakwah Kampus di Indonesia , yang menghimpun pemuda-pemuda terbaik bangsa ini, mempunyai visi ke depan untuk membangun sinergi di atas segala keanekaragaman yang ada dengan Bhinneka Tunggal Ika yang menjadi jati diri bangsa, dengan memberikan kontribusi nyata bagi keharmonisan dunia. dan Musyawarah Nasional Forum Silaturrahin Lembaga Dakwah Kampus Nasional yang ke-15 (FSLDKN XV) ini, sebagai langkah awal dalam mewujudkan visi besar tersebut.
Mengangkat sebuah tema besar :
“Akselerasi LDK untuk Membangun Sinergi Kebhinekaan dalam Mewujudkan Indonesia yang Kontributif bagi Harmonisasi Dunia”
Kegiatan FSLDKN XV insya Allah akan diselenggarakan pada tanggal 1 – 5 Juli 2010, bertempat di Universitas Pattimura Ambon, Maluku.
Adapun tujuan dari kegiatan ini adalah:
1. Menjalin silaturrahim dan komunikasi antar LDK seluruh Indonesia
2. Menyatukan gerak langkah serta visi dan misi LDK seluruh Indonesia
3. Bersama menghasilkan solusi dan kerja nyata dalam menyelesaikan permasalahan umat dan bangsa.
4. Membangun budaya berbagi ilmu dan wawasan.
Agenda FSLDKN XV dilakukan secara nasional dengan melibatkan anggota dan pengurus seluruh LDK dan jajaran struktur FSLDK dari tingkat pusat hingga daerah. Dengan target peserta 3000 ADK se-Indonesia.
Agenda FSLDKN XV ini meliputi rangkaian kegiatan utama sebagai berikut :
1. Pembukaan oleh:
· Presiden RI **
· Gubernur Maluku
· Rektor Unpatti
2. Stadium General
3. Seminar dan Dialog Kebangsaan Nasional dengan tema
“Akselerasi Pembangunan Kualitas Bangsa dalam sinergisitas Kebhinekaan menuju
Indonesia SATU”
Narasumber :
· Sholahudin Wachid
· Yusuf Kalla**
· Ketua PGI
· Persatuan Tionghoa**
4. K Konferensi Internasional dengan tema,
“ Regenerasi / Outlook peran FSLDK dan pergerakan Pemuda Islam dalam menyonsong Indonesia BARU “
Narasumber:
· Ketua KAMMI Pusat
· Ketua PB HMI
· Ketua PP IMM
· Ketua PB PMII
· Ketua Puskomnas FSLDK
· Pergerakan Mahasiswa Malaysia (Haluan Siswa)
· Pergerakan Mahasiswa Thailand
Pergerakan Mahasiswa Filiphina
“Deklarasi Gong Perdamaian”
5. Si Simposium Dakwah Kampus Nasional
Pembicara : Mustafa Kamal
6. Di Dialog LDK Nasional
7. S Seminar Nasional Kemuslimahan
Menteri Pemberdayaan Perempuan **
Ketua Kemuslimahan Wamy
Ketua Jarmusnas FSLDK
Dewi Motik
8. S Sekolah LDK Nasional
9. Workshop Kehumasan Nasional
* Sapto Waluyo
* Hidayatullah
* IKADI
10. Musyawarah dan Sidang FSLDKN XV, Pemilihan Tuan Rumah dan Puskomnas 2010 - 2012
11. L Launching Buku oleh BK Menas , PMLDK, JarMusNas
12. L Launching FSLDK Peduli, Peresmian 1000 relawan oleh Menteri Sosial **
Gallery FSLDK Nasional
13. Perlombaan
14. Bazaar Islami, Nasyid dan hiburan Daerah
Friday, November 6, 2009
PERNYATAAN SIKAP PALESTINA
Pusat Komunikasi Nasional (Jamaah Nuruzzaman UKMKI Universitas Airlangga) &
Pusat Komunikasi Daerah Malang Raya
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus
PERNYATAAN SIKAP FSLDK
MENGENAI DEHUMANISASI ZIONIS-ISRAEL ATAS PALESTINA & UMAT ISLAM
Bismillahir rahmanir rahim…
Sesungguhnya kamu (Bani Israil) akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kamu pasti akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar. Maka apabila datang saat hukuman kejahatan yang pertama dari kejahatan itu, Kami mendatangkan kepadamu hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan besar, lalu mereka mencarimu keluar masuk kampung ke seluruh negeri. Dan itulah ketetapan yang pasti terlaksana”
(QS. Al Israa’ 4-5).
Ahad (25/10/2009) lalu, ratusan pasukan zionis-Israel kembali mengepung & menyerbu masjidil Aqsha, tempat suci umat Islam. Dengan stun grenade (granat kejut), peluru karet & gas air mata mereka menyerang jama’ah, termasuk perempuan dan anak-anak, serta mencegah umat Islam lain untuk memasuki masjid.
Sementara itu kontrol total dan manipulasi yang dilakukan zionis-Israel atas sumber daya air juga telah menyengsarakan masyarakat Palestina, sebagaimana dilaporkan oleh Amnesty International 27 Oktober lalu.
Arogansi zionis-Israel yang selama ini terus meraja lela adalah suatu penghinaan terhadap nilai-nilai kemanusiaan. Dan oleh karena bangsa Indonesia adalah bangsa yang menjunjung tinggi nilai kemanusian sebagaimana tercermin dalam pembukaan UUD Negara Republik Indonesia, bahwa penjajahan di atas dunia harus dihapuskan, maka tidak selayaknya jika bangsa ini hanya menjadi penonton atas berbagai tragedi yang menimpa saudara-saudaranya di Palestina.
Sebagai manifestasi atas nilai kemanusian & keadilan, maka dengan ini FSLDK (Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus) tergerak untuk menyatakan sikap dan menyerukan:
1. Mengutuk kebijakan rasis-apartheid pemerintah zionis-Israel atas umat Islam & Kristen Palestina, khususnya kebijakan terbaru mengenai:
a. Pendudukan & penguasaan terhadap masjidil Aqsha dan usaha penghancuran atasnya. Serta;
b. Diskriminasi berupa pembatasan hak untuk mengakses sumber daya air bagi warga Palestina.
2. Mendukung perjuangan pembebasan Palestina serta mendesak para pemimpin dunia, termasuk Indonesia, untuk mengusahakan perdamaian dunia, khususnya untuk Timur Tengah.
3. Menghimbau kepada seluruh pihak, baik individu maupun lembaga, yang mengakui nilai kemanusiaan untuk terus menyalurkan dukungan material maupun moril serta mendoakan agar bumi Palestina terbebas dari kebiadaban dan kekejian zionis-Israel.
Di tengah isu temporer mengenai terorisme di Indonesia yang disuntikkan media, elit penguasa dan aparat kepada bangsa ini secara massif & terintegrasi, rakyat Indonesia kini diuji kembali solidaritas dan jiwa kemanusiaannya dengan mencuatnya kembali kebengisan & teror zionis-Israel terhadap rakyat Palestina.
Stigma teroris yang dengan analogi generalisasi yang dicanangkan kepada berbagai kelompok-kelompok Islam tidak pernah layak jika dibandingkan dengan ulah radikal dan arogan teroris sejati bernama zionis, yang telah menebar kebencian dan teror terhadap ras lain, baik muslim maupun kristen, di Palestina.
Oleh karena itu mari kita tegakkan keadilan dengan mendukung perjuangan saudara-saudara kita di Palestina tanpa membedakan idealisme dan kepercayaan.
Surabaya, 28 Oktober 2009
Ketua Pusat Komunikasi Nasional
Forum Silaturrahim Lembaga Dakwah Kampus
Adistiyar Prayoga
Referensi:
- Amnesty International
- The Palestinian Information Center
Labels:
berita internasional,
FSLDK,
FSLDKN,
Palestina
Friday, June 26, 2009
REKOMENDASI KMMI
REKOMENDASI KONFERENSI MAHASISWA MUSLIM INDONESIA
15-16 JUNI 2009
Kami perwakilan mahasiswa muslim seluruh Indonesia menyampaikan “Piagam Rekomendasi Mahasiswa Muslim Indonesia” kepada Calon Presiden dan calon Presiden RI. Adapun rekomendasi tersebut terbagi dalam tiga bidang, sebagai berikut :
Bidang Politik Hukum
1. Penegakan Undang –Undang Pornografi
2. Mendesak pemerintah untuk segera mensahlan UU halal dan haram
3. Segera sahkan RUU Tipikor dan percepat penyeleseian kasus korupsi
4. Penegakan kedaulatan Negara atas SDA yang ada di Indoenesia
5. Berantas mafia peradilan
6. Perkuat wibawa bangsa di mata dunia internasional
Bidang Sosial, Budaya, dan Keagamaan
1. Tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia dalam aspek moralitas dan intelektualitas
2. Realisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 %
3. Wujudkan pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat tanpa adanya diskriminasi.
4. Tegas dan konsisten dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan agama
5. Lindungi dan lestarikan budaya bangsa yang bernilai positif dalam rangka penguatan jati diri bangsa
Bidang Ekonomi
1. Tingkatkan produktivitas petani dan nelayan
2. Transparansikan proses alokasi dana APBN
3. Optimalkan peran ekonomi syariah dalam proses pembangunan ekonomi nasional
4. Bangun sistem dan institusi zakat dan wakaf yang kokoh sebagai bagian integral dari sistem fiskal nasional
5. Optimalkan pembinaan dan pengelolaan UMKM
6. Mekanisme pasar dan intervensi pemerintah yang seimbang
7. Pertegas sikap pemerintah dalam membatasi campur tangan asing terhadap perekonomian nasional
Demikian rekomendasi ini kami buat, sebagai sikap kami dalam rangka menyambut perubahan Indonesia yang lebih baik dengan pemerintahan baru.
Ketua Presidium Sidang
Amir Mumtazuddin
Telah menerima dan akan memperjuangkan
DIHADIRI OLEH Tim Sukses Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono Tim Sukses Jusuf Kalla - Wiranto
15-16 JUNI 2009
Kami perwakilan mahasiswa muslim seluruh Indonesia menyampaikan “Piagam Rekomendasi Mahasiswa Muslim Indonesia” kepada Calon Presiden dan calon Presiden RI. Adapun rekomendasi tersebut terbagi dalam tiga bidang, sebagai berikut :
Bidang Politik Hukum
1. Penegakan Undang –Undang Pornografi
2. Mendesak pemerintah untuk segera mensahlan UU halal dan haram
3. Segera sahkan RUU Tipikor dan percepat penyeleseian kasus korupsi
4. Penegakan kedaulatan Negara atas SDA yang ada di Indoenesia
5. Berantas mafia peradilan
6. Perkuat wibawa bangsa di mata dunia internasional
Bidang Sosial, Budaya, dan Keagamaan
1. Tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia dalam aspek moralitas dan intelektualitas
2. Realisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 %
3. Wujudkan pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat tanpa adanya diskriminasi.
4. Tegas dan konsisten dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan agama
5. Lindungi dan lestarikan budaya bangsa yang bernilai positif dalam rangka penguatan jati diri bangsa
Bidang Ekonomi
1. Tingkatkan produktivitas petani dan nelayan
2. Transparansikan proses alokasi dana APBN
3. Optimalkan peran ekonomi syariah dalam proses pembangunan ekonomi nasional
4. Bangun sistem dan institusi zakat dan wakaf yang kokoh sebagai bagian integral dari sistem fiskal nasional
5. Optimalkan pembinaan dan pengelolaan UMKM
6. Mekanisme pasar dan intervensi pemerintah yang seimbang
7. Pertegas sikap pemerintah dalam membatasi campur tangan asing terhadap perekonomian nasional
Demikian rekomendasi ini kami buat, sebagai sikap kami dalam rangka menyambut perubahan Indonesia yang lebih baik dengan pemerintahan baru.
Ketua Presidium Sidang
Amir Mumtazuddin
Telah menerima dan akan memperjuangkan
DIHADIRI OLEH Tim Sukses Susilo Bambang Yudhoyono – Boediono Tim Sukses Jusuf Kalla - Wiranto
KMMI
Ahad,14 Juni 2009 , 5 delegasi dari Universitas Brawijaya yang terdiri dari 2 ikhwan dan 3 akhwat, berangkat dari stasiun Kota Baru Malang sekitar pukul 15.00 WIB dengan kereta api ekonomi Mataramaja. Kereta api pun berjalan sebagai tanda perjalanan kami menuju kampus UI pun dimulai. Alhamdulillah, kami mendapat tempat duduk yang cukup nyaman untuk menempuh perjalanan yang cukup lama ini, sekitar 19 jam. Kami sampai di stasiun Pasar Senen pada hari senin sekitar pukul 10.00 WIB. Perjalanan belum selesai, kami berjalan keluar dari Pasar Senen ke perempatan jalan untuk naik bis kota menuju stasiun Cikini. Karena tujuan kami selanjutnya adalah dari stasiun Cikini kami naik KRL menuju stasiun UI. Sekitar 10 stasiun yang kami lewati untuk bisa sampai di stasiun UI, sekitar pukul 12.00 WIB. Setelah mendapat pesan berupa arahan dari panitia, kami pun menunggu bis kuning untuk menuju ke asrama mahasiswa. Sesampainya di asrama mahasiswa, kami dipersilakan untuk segera bersih diri dan persiapan menuju tempat kegiatan di Gedung Fakultas Hukum, karena pukul 13.00 WIB acara seminar nasional sesi kedua dimulai.
Sesi pertama dari seminar tidak sempat kami ikuti,tetapi kami tetap mendapat notulensi dari panitia. Acara seminar dimulai pada pukul 09.05 WIB, dibuka dengan tilawah dan dilanjutkan dengan sambutan dari PO KMMI, Ketua SALAM X2 dan Ketua FSLDKN. Setelah itu, seminar sesi pertama yang mengangkat topik “Peran Umat Islam dalam Perjalanan Panjang Bangsa Indonesia” dimulai dengan dimoderatori Mulya Fitra Hutama. Pembicara di sesi ini adalah Pak Anhar Gonggong (Sejarawan Senior). Setelah penyampaian materi, dibuka sesi tanya jawab.
Sesi kedua pun dimulai pada pukul 13.30 WIB, sang moderator menjelaskan tentang topik bahasan diskusi panel ini, yaitu Permasalahan Terkini Umat Muslim dan Peran Pemerintah. Moderator mengenalkan pemateri yaitu Pak Ridwan Saidi (Sejarawan), Pak Yusril Ihza Mahendra (Guru Besar Fak.Hukum UI), Bambang Sutrisno(praktisi ekonomi perbankan) dan Achmat Setiabudi (Ketua SALAM X2). Pemateri pertama, yakni Pak Ridwan Saidi menyampaikan tentang problematika aktual umat islam dalam bidang sosial keagamaan. Beliau menjelaskan bahwa sebenarnya sulit untuk menemukan permasalahan islam masa kini. Beliau menyarankan kepada mahasiswa untuk bertindak tegas dalam perkara munkara yang ditemui.Beliau juga menambahkan penjelasan seputas awal-awal sejarah diteumkan makam yang bertuliskan huruf arab yang ditafsirkan makam islam atau tidak. Karena beliau tidak bisa mengikuti seminar sampai selesai, maka moderator mempersilakan 2 peserta mengajukan pertanyaan. Setelah selesai menjawab, pak Ridwan Saidi diperkenankan meninggalkan tempat seminar.
Seminar sesi kedua dilanjutkan oleh pemateri kedua,yaitu Pak Yusril Ihza Mahendra. Beliau menyampaikan tentang problematika aktual umat islam di bidang politik dan hukum. Beliau menyampaikan Syariat islam harus ditegakaan di negeri ini, namun harus melalui proses penetapan hukum,apalagi Indonesia berdasarkan hukum,konstitusi dan pancasila.Islam sangat berkaitan dengan hukum, hanya agama islam yang memiliki hukum islam, agama yang lain tidak. Walaupun banyak problematika yang dihadapi, Islam telah, sedang, dan akan terus berkembang di bidang politik dan hukum denganvariasi problematika yang tidak mudah. Selanjutnya, pemateri ketiga yaitu Pak Bambang Sutrisno menjelaskan tentang perkembangan industri perbankan syariah dan peran pemerintah dalam bidang ekonomi. Beliau memaparkan bahwa pilar utama dari ekonomi syariah adalah keadilan misalnya keharaman riba dan pelarangan riba, keseimbangan dan kemaslahatan. Inisiasi ekonomi syariah mulai tahun 1992. Perbankan semakin diminatis selama 12 tahun. Hal ini didasarkan karena ada pelaku-pelaku aktif, produk makin atraktifg, didukung ulama, persiapan yang cukup baik, edukasi dan kampanye secara masif. Beliau menambahkan problem dan peran pemerintah meliputi undang-undang tentang perbankan syariah baru disahkan tahun 2008 (dimana tidak semua menyetujui), pengelolaan dana haji masih dikelola bank konvensional, Undang – undang serta surat berharga bank syariah baru disahkan tahun 2008, pengaturan pajak berganda belum fix, dana –dana pemerintah belum masuh syariah, serta kurangnya pengakuan negara terhadap skema-skema ekonomi syariah. Tantangan di Indonesia adalah kemiskinan yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang rendah, dan pengangguran yang tinggi.
Pemateri keempat, Ahmat Setiabudi menyampaikan tentang problematika aktual pada kepemudaan.Beliau menyampaikan potensi permasalahan pemuda misalnya pada masalah budaya. Faktor yang terpenting adalah geografis, penduduk (SDM, kualitas, intelektualitas), faktor historis (dijajah, self confindence rendah). Misalnya masalah perbedaan geografis bisa menimbulkan egoisme pribadi. Setelah keempat pemateri menyampaikan materinya, sesi tanya jawab pun dilangsungkan.Acara seminar pun diakhiri pukul 16.30 WIB, peserta dipersilakan untuk sholat Ashar di MUI (Masjid Ukhuwah Islamiyah, dekat dengan Fak.Hukum) dan istirahat sampai selesai sholat maghrib dan khusus untuk BK dan BP untuk kembali ke dalam ruang seminar untuk syuro terkait agenda esok hari.
Seusai sholat maghrib, peserta delegasi dari Puskomda dan LDK se-Indonesia ini kembali ke asrama Mahasiswa UI untuk makan malam dan ramah tamah. Akhwat berkumpul di gazebo asrama untuk makan malam bersama. Selesai makan malam, panitia membuka forum ramah tamah dan menjelaskan tentang alur agendanya.Panitia menjelaskan bahwa esok hari (Selasa, 16 Juni 2009) peserta akan dibagi menjadi 3 komisi, yaitu komisi politik hukum, komisi sosial, budaya dan keagamaan serta komisi ekonomi.Sebenarnya pembagian komisi ini telah disampaikan kepada puskomda masing – masing waktu publikasi KMMI. Setiap LDK hanya memilih satu komisi, jadi baik perwakilan di akhwat maupun ikhwan berada pada komisi yang sama.
Setelah disampaikan, maka peserta dikelompokkan berdasarkan komisi yang sebelumnya telah dipilih atau ditentukan LDK atau daerah masing-masing. Nah, sesuai arahan dari Puskomnas untuk LDK dan puskomda di daerah Jawa Timur berada di komisi kedua, yakni komisi bidang sosial,budaya, dan keagamaan. Tak lama kemudian, peserta telah berkumpul di komisi pilihan masing-masing, namun masih ada beberapa peserta yang belum tahu bidang apa yang dipilih oleh LDK atau daerahnya. Forum ukhuwah pun dimulai di setiap komisi, kami dari puskomda malang berada di forum komisi kedua. Kalau tidak salah, perwakilan delegarsi yang ada di komisi kedua ini ada dari LDK UnBraw, LDK STKIP Nganjuk, LDK di IPB, UIKA Bogor, AKA Bogor , UNSAM Langsa Aceh, Unsoed, Undip, Unsri, Unimal, politeknik Telkom, UIN Bandung,dst. Setelah forum taaruf yang dipimpin langsung dari BP Jatim dan Puskomnas ini selesai, forum pun dikembalikan kembali ke forum besar untuk lebih membahas teknis sidang esok harinya.
Panitia memaparkan tentang mekanisme persidangan kepada seluruh peserta KMMI. Persidangan akan dimulai dengan sidang presidium di balai sidang dengan diikuti oleh semua peserta konferensi dari tiga komisi yang ada. Setelah dibuka oleh presidium sidang, agenda selanjutnya adalah sidang komisi. Sidang komisi adalah sidang tertutup yang hanya dilakukan anggota masing-masing komisi untuk mengidentifikasi dan menentukan sikap komisi terkait permasalahan – permasalahan aktual umat Islam Indonesia dalam bidang – bidang yang terspesifikasi untuk masing-masing komisi. Sidang Komisi ini dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama adalah sidang yang bertujuan mengidentifikasi permasalahan –permasalahan yang dihadapi tiap daerah sesuai dengan bidang spesifikasi komisi. Sidang komisi tahap 1 ini diberi waktu selama 3 jam (pukul 09.00 – 12.00). Sedangkan sidang komisi tahap 2 yang direncanakan pada pukul 13.00-14.30 adalah sidang yang bertujuan membahas dan menentukan sikap komisi yang mempresentasikan sikap konferensi terkait dengan permasalahan yang telah diidentifikasi pada sidang komisi tahap 1. Setelah setiap komisi menyelesaikan dua tahapan sidang dan selanjutnya menghasilkan suatu rekomendasi solusi dari permasalahan bidang spesifikasi komisi. Sidang dilanjutkan dengan sidang presidium kembali, yaitu dipimpin langsung oleh pimpinan dari tiap komisi.Sidang presidium akhir ini berisi penyampaian hasil rekomendai solusi dari setiap komisi dan sifatnya tidak dapat diganggu gugat, tidak bisa diganti atau diubah lagi. Nah, hal inilah yang sempat dikritisi oleh beberapa peserta KMMI pada malam itu. Beberapa peserta merasa tidak puas karena apabila hasil rekomendasi dari komisi yang lain itu belum dirasa optimal tetapi mengapa harus dipaksakan untuk diterima.Ada yang mengusulkan tetap diadakannya sidang presidium, jadi setelah penyampaian hasil sidang tiap komisi, kalau ada saran, kritik atau masukan boleh ditampung dan disampaikan di forum.Apabila forum sepakat untuk diperbaiki ya sewajarnya juga boleh untuk diganti, karena hasil rekomendasi KMMI ini adalah hasil yang diharapkan dapat menampung semua suara dari seluruh daerah di Indonesia. Peserta menyayangkan kalau sidang presidium yang hanya bersifat penyampaian hasil sidang komisi padahal ada peserta dari daerah yang jauh ingin memperjuangkan daerahnya. Forum ukhuwah serta ramah tamah yang berubah dengan pembahasan mekanisme sidang akhirnya selesai sekitar pukul 21.30 malam. Dan peserta dipersilakan untuk istirahat di kamar yang telah disediakan di asrama mahasiswa UI, dan ada yang dialihkan ke asrama Aceh.
Selasa,16 Juni 2009, sidang presidium dimulai sekitar pukul 9.30 WIB. Hal ini terlambat dari rencana sebelumnya, mungkin karena sebelumnya syuro BP, BK serta presidium belum selesai. Sebelum dibuka, ketua pelaksana KMMI menyampaikan dan menunjukkan tentang pembagian komisi, peserta perwakilan LDK diharapkan mengoreksi apakah benar atau tidak. Saat itu, masih terjadi kesalahan, LDK UAKI Unbraw masih tertulis di anggota komisi PolHum. Setelah dikonfirmasi kembali ke BP Jatim, LDK UAKI kembali ke komisi kedua, komisi Sosial,Budaya dan Keagamaan. Sebelum diserahkan kepada pemimpin sidang presidium, pembawa acara membuka acara KMMI pada hari kedua ini. Setelah tilawah dari salah satu ikhwan dari Aceh, dilanjutkan sambutan dari Ketua FSLDKN, Dany Setiawan. Sambutan ketua FSLDKN berisi tentang pelimpahan tugas ketua sidang presidium kepada BK Isu Keumatan dari UI, ykani Amir Mumtazuddin dan mengamanahkan presidium 2 dan 3 kepada BP Banten dan BP Jawa Tengah. Selebihnya sambutan beliau berisi tentang dukungan dan motivasi untuk 3 komisi yang akan merumuskan beberapa rekomendasi solusi untuk Indonesia ke depan. Setelah sambutan, MC menyerahkan ke pemimpin sidang presidium, sementara itu panitia membagikan SOP (Standar Operasional Prosedur) Pelaksanaan KMMI. Pimpinan sidang presidium kembali menjelaskan tentang mekanisme sidang, yaitu sidang presidium, sidang komisi, dan ditutup dengan sidang presidium kembali serta pembacaan piagam rekomendasi mahasiswa muslim Indonesia yang selanjutnya diserahkan kepada tim sukses calon presiden RI.
Sekitar pukul 10.00 WIB peserta sidang presidium diarahkan panitia untuk menempati ruang sidang komisi masing – masing. Untuk anggota komisi PolHum tetap berada di balai sidang, sedangkan komisi 2 dan 3 berada di ruang yang lain. Kami berpindah menuju ruang yang ditunjukkan untuk ruang komisi dua. Sidang komisi pun dimulai sekitar pukul 10.15 WIB. Pimpinan sidang komisi dua menjelaskan mekanisme sidang secara singkat, serta meminta segera pemilihan presidium 2 dan 3. Setelah terpilih 3 pimpinan sidang, maka sidang komisi 2 pun dimulai dengan pimpinan sidang mempersilakan perwakilan LDK untuk menyampaikan masalah. Belum dimulai menuju agenda inti sidang tahap 1, panitia mengingatkan anggota komisi dua untuk pindah ruang sidang. Sehingga mau tak mau, kami dan semua anggota komisi 2 pindah ruang sidang, jaraknya lumayan jauh, hal ini dinilai kurang efisien. Ternyata jumlah tempat duduk di ruang sidang yang baru itu kurang, hal ini menambah ketidaknyamanan peserta terkait waktu sidang komisi sangat terbatas melihat bidang komisi 2 yang banyak.
Sidang komisi dua ini bisa dimulai dengan tertib sekitar pukul 10.40 WIB. Hal ini langsung dilanjutkan dengan penyampaian masalah dari daerah.
No Univ / Daerah Masalah
1 IKIP Madiun - Budaya lama yang masih dianut sampai saat ini (masalah aqidah) menyulitkan perkembangan dakwah- Kemiskinan
2 PNJ - Masalah televisi- Penyimpangan aqidah
3 Al Hikam - Budaya identik dengan pariwisata sbg moral bangsa- Kurangnya pendidikan yang berpandangan islam
4 Unsoed - Kemiskinan mengarah kekufuran- Disintegrasi
5 UNBRAW - Perlunya menjaga kelestarian budaya kita (banyak budaya yang telah diakui Malaysia dan negera lain)- Anak-anak terlantar dan jalanan banyak yang putus sekolah
6 Udinus - Dampak media TV- Belum adanya perhatian khusus mengenai pendidikan Islam- Wajib belajar mengapa hanya 9 th?
7 UPI - Dampak BHP- Pendidikan gratis vs SBI (Sekolah berstandar Internasional) di Indonesia- Legalitas mentoring dari SMP smapai Universitas
8 UNSAM ACEH - Pemberdayaan syariat Islam masih kurang- Kurikulum Islam belum ditegakkan- Infrastruktur masih jauh tertinggal
9 IAIN - Budaya timur tercampur dg budaya luar- Korupsi masih merajalela- Optimalisasi Sekolah gratis
10 Bogor - Mengakomodir seluruh masyarakat tentang sekolah gratis
11 UNSAM ACEH - Kurangnya jam pelajaran agama
12 UNDIP - Pengelolaan sampah perlu diperhatikan kembali- Tayangan TV banyak yang tidak mendidik
13 - AlQuran & As Sunnah seharusnya jadi acuan hidup- Kembalinya kebudayaan sekarang ke kebudayaan primitif
14 - Perang pemikiran- Harus selektif terhadap budaya asing
15 Telkom - Pembangunan yang tidak merata (produk, budaya, benda, bangunan)
16 UNSOED - Disintegrasi bangsa- Indonesia sebagai negara multikurtural
17 UNUD Bali - Dikriminasi agama- Barometer daerah wisata indonesia di bali (moral)- Anggaran dana pariwisata dibantu asing
18 - Optimalisasi UU APP- Penayangan di televisi harus lebih disensor- Kurikulum & pendidikan gratis- Akulturasi budaya luar & filtrasi
19 Semarang - Sikap tegas pemerintah untuk degradasi moral- Degradasi moral
20 UNSRI - Larangan berjilbab di kuliah- Penanganan kesehatan yang lamban (administrasi)
21 UNDIP - Bangunan sejarah dilestarikan- Prosedur rumah sakit yang perlu dirapikan
22 IPB - Pembodohan di dunia pendidikan- Sosialisasikan produk halal masih kurang
23 UNBRAW - Sertifikasi budaya lokal- Penertiban tata ruang kota- Penegasan lembaga sensor- Pendirian tempat ibadah yang seharusnya sesuai porsinya (kristenisasi)- Jual beli anak & perempuan
24 UNILA - Pengelolaan limbah (perlu kesadaran lingkungan)- Lahan pertanian diubah jadi lahan industri- Birokrasi kesehatan yang berbelit-belit- Diskriminasi askes- Iklan-iklan promosi aneh- sekolah islam kurang bisa dijangkau masyarakat- pemberdayaan masyarakay (BLT)
25 Al Hikam - mahalnya biaya pendidikan islam- anak dipekerjakan
26 UNDIP - perlu kawalan pemerintah thdp pendidikan kepribadian
Dari identifikasi masalah diatas dibagi menjadi 3 topik besar, yaitu :
SOSIAL BUDAYA KEAGAMAAN
- kemiskinan - warisan budaya - penyimpangan aqidah
- pendidikan - proteksi budaya nasional - diskriminasi
- kesehatan - filtrasi budaya - produk halal
- lingkungan - pariwisata -optimalisasi syaruat islam (aceh)
- media - westernisasi -tdk diterapkan nilai-nilai islam
- tata ruang kota - ideologi yang menyimpang
- birokrasi - pemaksaan agama
- pemberdayaan hasil penelitian
Dari poin-poin permasalahan di atas, dipilih beberapa hal yang menjadi prioritas pembahasan yang akan dituliskan ke dalam piagam rekomendasi yaitu :
SOSIAL BUDAYA KEAGAMAAN
- kemiskinan - warisan budaya - penyimpangan aqidah
- pendidikan - proteksi budaya nasional - diskriminasi
- kesehatan - filtrasi budaya - produk halal
- lingkungan - pariwisata -optimalisasi syaruat islam (aceh)
Hasil akhir sidang komisi ini adalah berupa rekomendasi solusi sebagai berikut:
1. Tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia dalam aspek moralitas dan intelektualitas
2. Realisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 %
3. Wujudkan pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat tanpa adanya diskriminasi.
4. Tegas dan konsisten dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan agama
5. Lindungi dan lestarikan budaya bangsa yang bernilai positif dalam rangka penguatan jati diri bangsa
Sesi pertama dari seminar tidak sempat kami ikuti,tetapi kami tetap mendapat notulensi dari panitia. Acara seminar dimulai pada pukul 09.05 WIB, dibuka dengan tilawah dan dilanjutkan dengan sambutan dari PO KMMI, Ketua SALAM X2 dan Ketua FSLDKN. Setelah itu, seminar sesi pertama yang mengangkat topik “Peran Umat Islam dalam Perjalanan Panjang Bangsa Indonesia” dimulai dengan dimoderatori Mulya Fitra Hutama. Pembicara di sesi ini adalah Pak Anhar Gonggong (Sejarawan Senior). Setelah penyampaian materi, dibuka sesi tanya jawab.
Sesi kedua pun dimulai pada pukul 13.30 WIB, sang moderator menjelaskan tentang topik bahasan diskusi panel ini, yaitu Permasalahan Terkini Umat Muslim dan Peran Pemerintah. Moderator mengenalkan pemateri yaitu Pak Ridwan Saidi (Sejarawan), Pak Yusril Ihza Mahendra (Guru Besar Fak.Hukum UI), Bambang Sutrisno(praktisi ekonomi perbankan) dan Achmat Setiabudi (Ketua SALAM X2). Pemateri pertama, yakni Pak Ridwan Saidi menyampaikan tentang problematika aktual umat islam dalam bidang sosial keagamaan. Beliau menjelaskan bahwa sebenarnya sulit untuk menemukan permasalahan islam masa kini. Beliau menyarankan kepada mahasiswa untuk bertindak tegas dalam perkara munkara yang ditemui.Beliau juga menambahkan penjelasan seputas awal-awal sejarah diteumkan makam yang bertuliskan huruf arab yang ditafsirkan makam islam atau tidak. Karena beliau tidak bisa mengikuti seminar sampai selesai, maka moderator mempersilakan 2 peserta mengajukan pertanyaan. Setelah selesai menjawab, pak Ridwan Saidi diperkenankan meninggalkan tempat seminar.
Seminar sesi kedua dilanjutkan oleh pemateri kedua,yaitu Pak Yusril Ihza Mahendra. Beliau menyampaikan tentang problematika aktual umat islam di bidang politik dan hukum. Beliau menyampaikan Syariat islam harus ditegakaan di negeri ini, namun harus melalui proses penetapan hukum,apalagi Indonesia berdasarkan hukum,konstitusi dan pancasila.Islam sangat berkaitan dengan hukum, hanya agama islam yang memiliki hukum islam, agama yang lain tidak. Walaupun banyak problematika yang dihadapi, Islam telah, sedang, dan akan terus berkembang di bidang politik dan hukum denganvariasi problematika yang tidak mudah. Selanjutnya, pemateri ketiga yaitu Pak Bambang Sutrisno menjelaskan tentang perkembangan industri perbankan syariah dan peran pemerintah dalam bidang ekonomi. Beliau memaparkan bahwa pilar utama dari ekonomi syariah adalah keadilan misalnya keharaman riba dan pelarangan riba, keseimbangan dan kemaslahatan. Inisiasi ekonomi syariah mulai tahun 1992. Perbankan semakin diminatis selama 12 tahun. Hal ini didasarkan karena ada pelaku-pelaku aktif, produk makin atraktifg, didukung ulama, persiapan yang cukup baik, edukasi dan kampanye secara masif. Beliau menambahkan problem dan peran pemerintah meliputi undang-undang tentang perbankan syariah baru disahkan tahun 2008 (dimana tidak semua menyetujui), pengelolaan dana haji masih dikelola bank konvensional, Undang – undang serta surat berharga bank syariah baru disahkan tahun 2008, pengaturan pajak berganda belum fix, dana –dana pemerintah belum masuh syariah, serta kurangnya pengakuan negara terhadap skema-skema ekonomi syariah. Tantangan di Indonesia adalah kemiskinan yang tinggi, pertumbuhan ekonomi yang rendah, dan pengangguran yang tinggi.
Pemateri keempat, Ahmat Setiabudi menyampaikan tentang problematika aktual pada kepemudaan.Beliau menyampaikan potensi permasalahan pemuda misalnya pada masalah budaya. Faktor yang terpenting adalah geografis, penduduk (SDM, kualitas, intelektualitas), faktor historis (dijajah, self confindence rendah). Misalnya masalah perbedaan geografis bisa menimbulkan egoisme pribadi. Setelah keempat pemateri menyampaikan materinya, sesi tanya jawab pun dilangsungkan.Acara seminar pun diakhiri pukul 16.30 WIB, peserta dipersilakan untuk sholat Ashar di MUI (Masjid Ukhuwah Islamiyah, dekat dengan Fak.Hukum) dan istirahat sampai selesai sholat maghrib dan khusus untuk BK dan BP untuk kembali ke dalam ruang seminar untuk syuro terkait agenda esok hari.
Seusai sholat maghrib, peserta delegasi dari Puskomda dan LDK se-Indonesia ini kembali ke asrama Mahasiswa UI untuk makan malam dan ramah tamah. Akhwat berkumpul di gazebo asrama untuk makan malam bersama. Selesai makan malam, panitia membuka forum ramah tamah dan menjelaskan tentang alur agendanya.Panitia menjelaskan bahwa esok hari (Selasa, 16 Juni 2009) peserta akan dibagi menjadi 3 komisi, yaitu komisi politik hukum, komisi sosial, budaya dan keagamaan serta komisi ekonomi.Sebenarnya pembagian komisi ini telah disampaikan kepada puskomda masing – masing waktu publikasi KMMI. Setiap LDK hanya memilih satu komisi, jadi baik perwakilan di akhwat maupun ikhwan berada pada komisi yang sama.
Setelah disampaikan, maka peserta dikelompokkan berdasarkan komisi yang sebelumnya telah dipilih atau ditentukan LDK atau daerah masing-masing. Nah, sesuai arahan dari Puskomnas untuk LDK dan puskomda di daerah Jawa Timur berada di komisi kedua, yakni komisi bidang sosial,budaya, dan keagamaan. Tak lama kemudian, peserta telah berkumpul di komisi pilihan masing-masing, namun masih ada beberapa peserta yang belum tahu bidang apa yang dipilih oleh LDK atau daerahnya. Forum ukhuwah pun dimulai di setiap komisi, kami dari puskomda malang berada di forum komisi kedua. Kalau tidak salah, perwakilan delegarsi yang ada di komisi kedua ini ada dari LDK UnBraw, LDK STKIP Nganjuk, LDK di IPB, UIKA Bogor, AKA Bogor , UNSAM Langsa Aceh, Unsoed, Undip, Unsri, Unimal, politeknik Telkom, UIN Bandung,dst. Setelah forum taaruf yang dipimpin langsung dari BP Jatim dan Puskomnas ini selesai, forum pun dikembalikan kembali ke forum besar untuk lebih membahas teknis sidang esok harinya.
Panitia memaparkan tentang mekanisme persidangan kepada seluruh peserta KMMI. Persidangan akan dimulai dengan sidang presidium di balai sidang dengan diikuti oleh semua peserta konferensi dari tiga komisi yang ada. Setelah dibuka oleh presidium sidang, agenda selanjutnya adalah sidang komisi. Sidang komisi adalah sidang tertutup yang hanya dilakukan anggota masing-masing komisi untuk mengidentifikasi dan menentukan sikap komisi terkait permasalahan – permasalahan aktual umat Islam Indonesia dalam bidang – bidang yang terspesifikasi untuk masing-masing komisi. Sidang Komisi ini dibagi menjadi dua tahap, tahap pertama adalah sidang yang bertujuan mengidentifikasi permasalahan –permasalahan yang dihadapi tiap daerah sesuai dengan bidang spesifikasi komisi. Sidang komisi tahap 1 ini diberi waktu selama 3 jam (pukul 09.00 – 12.00). Sedangkan sidang komisi tahap 2 yang direncanakan pada pukul 13.00-14.30 adalah sidang yang bertujuan membahas dan menentukan sikap komisi yang mempresentasikan sikap konferensi terkait dengan permasalahan yang telah diidentifikasi pada sidang komisi tahap 1. Setelah setiap komisi menyelesaikan dua tahapan sidang dan selanjutnya menghasilkan suatu rekomendasi solusi dari permasalahan bidang spesifikasi komisi. Sidang dilanjutkan dengan sidang presidium kembali, yaitu dipimpin langsung oleh pimpinan dari tiap komisi.Sidang presidium akhir ini berisi penyampaian hasil rekomendai solusi dari setiap komisi dan sifatnya tidak dapat diganggu gugat, tidak bisa diganti atau diubah lagi. Nah, hal inilah yang sempat dikritisi oleh beberapa peserta KMMI pada malam itu. Beberapa peserta merasa tidak puas karena apabila hasil rekomendasi dari komisi yang lain itu belum dirasa optimal tetapi mengapa harus dipaksakan untuk diterima.Ada yang mengusulkan tetap diadakannya sidang presidium, jadi setelah penyampaian hasil sidang tiap komisi, kalau ada saran, kritik atau masukan boleh ditampung dan disampaikan di forum.Apabila forum sepakat untuk diperbaiki ya sewajarnya juga boleh untuk diganti, karena hasil rekomendasi KMMI ini adalah hasil yang diharapkan dapat menampung semua suara dari seluruh daerah di Indonesia. Peserta menyayangkan kalau sidang presidium yang hanya bersifat penyampaian hasil sidang komisi padahal ada peserta dari daerah yang jauh ingin memperjuangkan daerahnya. Forum ukhuwah serta ramah tamah yang berubah dengan pembahasan mekanisme sidang akhirnya selesai sekitar pukul 21.30 malam. Dan peserta dipersilakan untuk istirahat di kamar yang telah disediakan di asrama mahasiswa UI, dan ada yang dialihkan ke asrama Aceh.
Selasa,16 Juni 2009, sidang presidium dimulai sekitar pukul 9.30 WIB. Hal ini terlambat dari rencana sebelumnya, mungkin karena sebelumnya syuro BP, BK serta presidium belum selesai. Sebelum dibuka, ketua pelaksana KMMI menyampaikan dan menunjukkan tentang pembagian komisi, peserta perwakilan LDK diharapkan mengoreksi apakah benar atau tidak. Saat itu, masih terjadi kesalahan, LDK UAKI Unbraw masih tertulis di anggota komisi PolHum. Setelah dikonfirmasi kembali ke BP Jatim, LDK UAKI kembali ke komisi kedua, komisi Sosial,Budaya dan Keagamaan. Sebelum diserahkan kepada pemimpin sidang presidium, pembawa acara membuka acara KMMI pada hari kedua ini. Setelah tilawah dari salah satu ikhwan dari Aceh, dilanjutkan sambutan dari Ketua FSLDKN, Dany Setiawan. Sambutan ketua FSLDKN berisi tentang pelimpahan tugas ketua sidang presidium kepada BK Isu Keumatan dari UI, ykani Amir Mumtazuddin dan mengamanahkan presidium 2 dan 3 kepada BP Banten dan BP Jawa Tengah. Selebihnya sambutan beliau berisi tentang dukungan dan motivasi untuk 3 komisi yang akan merumuskan beberapa rekomendasi solusi untuk Indonesia ke depan. Setelah sambutan, MC menyerahkan ke pemimpin sidang presidium, sementara itu panitia membagikan SOP (Standar Operasional Prosedur) Pelaksanaan KMMI. Pimpinan sidang presidium kembali menjelaskan tentang mekanisme sidang, yaitu sidang presidium, sidang komisi, dan ditutup dengan sidang presidium kembali serta pembacaan piagam rekomendasi mahasiswa muslim Indonesia yang selanjutnya diserahkan kepada tim sukses calon presiden RI.
Sekitar pukul 10.00 WIB peserta sidang presidium diarahkan panitia untuk menempati ruang sidang komisi masing – masing. Untuk anggota komisi PolHum tetap berada di balai sidang, sedangkan komisi 2 dan 3 berada di ruang yang lain. Kami berpindah menuju ruang yang ditunjukkan untuk ruang komisi dua. Sidang komisi pun dimulai sekitar pukul 10.15 WIB. Pimpinan sidang komisi dua menjelaskan mekanisme sidang secara singkat, serta meminta segera pemilihan presidium 2 dan 3. Setelah terpilih 3 pimpinan sidang, maka sidang komisi 2 pun dimulai dengan pimpinan sidang mempersilakan perwakilan LDK untuk menyampaikan masalah. Belum dimulai menuju agenda inti sidang tahap 1, panitia mengingatkan anggota komisi dua untuk pindah ruang sidang. Sehingga mau tak mau, kami dan semua anggota komisi 2 pindah ruang sidang, jaraknya lumayan jauh, hal ini dinilai kurang efisien. Ternyata jumlah tempat duduk di ruang sidang yang baru itu kurang, hal ini menambah ketidaknyamanan peserta terkait waktu sidang komisi sangat terbatas melihat bidang komisi 2 yang banyak.
Sidang komisi dua ini bisa dimulai dengan tertib sekitar pukul 10.40 WIB. Hal ini langsung dilanjutkan dengan penyampaian masalah dari daerah.
No Univ / Daerah Masalah
1 IKIP Madiun - Budaya lama yang masih dianut sampai saat ini (masalah aqidah) menyulitkan perkembangan dakwah- Kemiskinan
2 PNJ - Masalah televisi- Penyimpangan aqidah
3 Al Hikam - Budaya identik dengan pariwisata sbg moral bangsa- Kurangnya pendidikan yang berpandangan islam
4 Unsoed - Kemiskinan mengarah kekufuran- Disintegrasi
5 UNBRAW - Perlunya menjaga kelestarian budaya kita (banyak budaya yang telah diakui Malaysia dan negera lain)- Anak-anak terlantar dan jalanan banyak yang putus sekolah
6 Udinus - Dampak media TV- Belum adanya perhatian khusus mengenai pendidikan Islam- Wajib belajar mengapa hanya 9 th?
7 UPI - Dampak BHP- Pendidikan gratis vs SBI (Sekolah berstandar Internasional) di Indonesia- Legalitas mentoring dari SMP smapai Universitas
8 UNSAM ACEH - Pemberdayaan syariat Islam masih kurang- Kurikulum Islam belum ditegakkan- Infrastruktur masih jauh tertinggal
9 IAIN - Budaya timur tercampur dg budaya luar- Korupsi masih merajalela- Optimalisasi Sekolah gratis
10 Bogor - Mengakomodir seluruh masyarakat tentang sekolah gratis
11 UNSAM ACEH - Kurangnya jam pelajaran agama
12 UNDIP - Pengelolaan sampah perlu diperhatikan kembali- Tayangan TV banyak yang tidak mendidik
13 - AlQuran & As Sunnah seharusnya jadi acuan hidup- Kembalinya kebudayaan sekarang ke kebudayaan primitif
14 - Perang pemikiran- Harus selektif terhadap budaya asing
15 Telkom - Pembangunan yang tidak merata (produk, budaya, benda, bangunan)
16 UNSOED - Disintegrasi bangsa- Indonesia sebagai negara multikurtural
17 UNUD Bali - Dikriminasi agama- Barometer daerah wisata indonesia di bali (moral)- Anggaran dana pariwisata dibantu asing
18 - Optimalisasi UU APP- Penayangan di televisi harus lebih disensor- Kurikulum & pendidikan gratis- Akulturasi budaya luar & filtrasi
19 Semarang - Sikap tegas pemerintah untuk degradasi moral- Degradasi moral
20 UNSRI - Larangan berjilbab di kuliah- Penanganan kesehatan yang lamban (administrasi)
21 UNDIP - Bangunan sejarah dilestarikan- Prosedur rumah sakit yang perlu dirapikan
22 IPB - Pembodohan di dunia pendidikan- Sosialisasikan produk halal masih kurang
23 UNBRAW - Sertifikasi budaya lokal- Penertiban tata ruang kota- Penegasan lembaga sensor- Pendirian tempat ibadah yang seharusnya sesuai porsinya (kristenisasi)- Jual beli anak & perempuan
24 UNILA - Pengelolaan limbah (perlu kesadaran lingkungan)- Lahan pertanian diubah jadi lahan industri- Birokrasi kesehatan yang berbelit-belit- Diskriminasi askes- Iklan-iklan promosi aneh- sekolah islam kurang bisa dijangkau masyarakat- pemberdayaan masyarakay (BLT)
25 Al Hikam - mahalnya biaya pendidikan islam- anak dipekerjakan
26 UNDIP - perlu kawalan pemerintah thdp pendidikan kepribadian
Dari identifikasi masalah diatas dibagi menjadi 3 topik besar, yaitu :
SOSIAL BUDAYA KEAGAMAAN
- kemiskinan - warisan budaya - penyimpangan aqidah
- pendidikan - proteksi budaya nasional - diskriminasi
- kesehatan - filtrasi budaya - produk halal
- lingkungan - pariwisata -optimalisasi syaruat islam (aceh)
- media - westernisasi -tdk diterapkan nilai-nilai islam
- tata ruang kota - ideologi yang menyimpang
- birokrasi - pemaksaan agama
- pemberdayaan hasil penelitian
Dari poin-poin permasalahan di atas, dipilih beberapa hal yang menjadi prioritas pembahasan yang akan dituliskan ke dalam piagam rekomendasi yaitu :
SOSIAL BUDAYA KEAGAMAAN
- kemiskinan - warisan budaya - penyimpangan aqidah
- pendidikan - proteksi budaya nasional - diskriminasi
- kesehatan - filtrasi budaya - produk halal
- lingkungan - pariwisata -optimalisasi syaruat islam (aceh)
Hasil akhir sidang komisi ini adalah berupa rekomendasi solusi sebagai berikut:
1. Tingkatkan kualitas pendidikan Indonesia dalam aspek moralitas dan intelektualitas
2. Realisasikan anggaran pendidikan sebesar 20 %
3. Wujudkan pelayanan dan fasilitas kesehatan bagi masyarakat tanpa adanya diskriminasi.
4. Tegas dan konsisten dalam menjalankan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan agama
5. Lindungi dan lestarikan budaya bangsa yang bernilai positif dalam rangka penguatan jati diri bangsa
Subscribe to:
Posts (Atom)